Daging kerbau. MI/Manggala
Daging kerbau. MI/Manggala

Biar Enggak Alot! Pakar IPB Bagikan Tips Olah Daging Kerbau Jadi Empuk dan Tidak Bau

Renatha Swasty • 28 Mei 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Daging kerbau dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat apabila menggunakan teknik yang tepat.
  • Salah satu langkah penting adalah memotong daging melintang serat untuk membantu proses pemasakan dan membuat tekstur daging lebih lembut.
  • Irma merekomendasikan metode memasak perlahan (slow cooking) menggunakan api kecil atau panci presto.
Jakarta: Daging kerbau masih menjadi pilihan masyarakat untuk hewan kurban karena harganya relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan sapi dan memiliki kandungan protein yang baik. Namun, banyak orang menganggap daging kerbau lebih keras dan sulit diolah.
 
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Irma Isnafia Arief, menjelaskan daging kerbau sebenarnya dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat apabila menggunakan teknik yang tepat.
 
“Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap,” beber Irma dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 28 Mei 2026. 

Salah satu langkah penting adalah memotong daging melintang serat. Irma mengatakan teknik ini membantu proses pemasakan dan membuat tekstur daging lebih lembut saat dikonsumsi.
 
Irma juga menyarankan pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas untuk membantu melunakkan daging. Kedua bahan tersebut mengandung enzim yang efektif melembutkan serat daging.
  “Cukup bungkus daging dalam daun pepaya selama 10 menit atau aduk dengan irisan nanas selama 5–10 menit. Tapi jangan terlalu lama, agar daging tidak hancur,” papar dia.
 
Selain itu, perendaman menggunakan bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis dapat membantu mengurangi aroma khas daging kerbau sekaligus meningkatkan cita rasa. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang keliru saat memasak daging kerbau, misalnya menggunakan api besar. 
 
“Ini justru membuat daging cepat kering dan keras,” kata dia.
 
Irma merekomendasikan metode memasak perlahan (slow cooking) menggunakan api kecil atau panci presto. Teknik sederhana seperti memukul daging sebelum dimasak juga dinilai efektif membantu memperbaiki tekstur daging.
 
Dia mengatakan popularitas daging kerbau masih kalah dibandingkan dengan daging sapi karena banyak masyarakat belum memahami cara pengolahannya. Selain itu, rasa khas daging kerbau dan distribusinya yang belum merata turut memengaruhi minat konsumsi masyarakat.
 
“Jika tahu cara mengolahnya, daging kerbau bisa jadi alternatif sumber protein hewani yang lezat, sehat, dan ekonomis,” ujar Irma.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA