Ilustrasi PPDB online - MI/Lina Herlina.
Ilustrasi PPDB online - MI/Lina Herlina.

Pengguna Domisili Aspal Terancam Dilempar ke Zonasi Asal

Pendidikan Sistem Zonasi PPDB 2019
Citra Larasati • 03 Juli 2019 16:57
Jakarta: Inspektorat Jenderal (Itjen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan SMAN 4 Solo. Ini terkait dugaan penyalahgunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) atau SKD asli tapi palsu (aspal) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi jenjang SMA di Solo.
 
Irjen Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin mengatakan, penyalahgunaan atau pemalsuan SKD bisa masuk ke dalam tindakan kriminal. SKD yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan tidak dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan sah siswa diterima masuk di sekolah yang menggunakan PPDB berbasis zonasi.
 
"Kalau sampai benar, maka siswa akan dikembalikan ke zonasi aslinya. Siswa tetap bersekolah, tapi di zonasi aslinya," tegas Muchlis, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, siswa tidak boleh terkena imbas dari kesalahan yang dilakukan orang tua saat memalsukan SKD tersebut. "Kasus penyalahgunaan SKD-nya saya kira diserahkan saja pada polisi. Itu kesalahan orang tua, anaknya harus tetap masuk sekolah," terang dia.
 
(Baca juga:Orang Tua Tuding Ada Penyalahgunaan SKD di PPDB Solo)
 
Hingga saat ini, pihaknya belum menurunkan tim ke Solo Jawa Tengah untuk memverifikasi langsung ke lapangan. "Sementara ini kami masih koordinasi terus dengan kepala dinas dan sekolah, dicek juga melalui satgas kami yang ada di sana. Kalau indikasinya benar baru kita turunkan tim," papar Muchlis.
 
Hingga saat ini, kata Muchlis, Itjen Kemendikbud telah menerima 200 aduan tentang pelaksanaan PPDB 2019. Sebanyak 30 aduan di antaranya telah ditindaklanjuti.
 
"Karena setelah diverifikasi ke lapangan, tidak semua aduan itu benar. Ada yang hanya kesalahpahaman, dan ketidakpahaman orang tua saja," urainya.
 
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Jawa Tengah masih menuai protes masyarakat. Kali ini orang tua peserta PPDB menuding adanya penyalahgunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) dalam PPDB yang berbasis zonasi tersebut.
 
Protes dilakukan oleh seorang orang tua peserta PPDB, Bambang Saptono yang mendaftarkan anaknya di SMAN 4 Solo, dengan melakukan aksi tunggal di Bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Selasa, 2 Juli 2019. Dia menuding banyak peserta PPDB menggunakan SKD abal-abal.
 
"Mana mungkin ada ratusan pendaftar yang tinggal dalam satu kelurahan dengan sekolahan terkait, saya menduga mereka pakai SKD palsu," kata Bambang.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif