Alumni Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Angkatan 2012 Qonita Kurnia Anjani. DOK Unhas
Alumni Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Angkatan 2012 Qonita Kurnia Anjani. DOK Unhas

Qonita Anjani, Alumni Unhas Dapat Gelar Doktor di Usia 25 Tahun

Pendidikan penelitian prestasi mahasiswa Unhas
Renatha Swasty • 13 Mei 2022 09:53
Jakarta: Alumni Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 2012 Qonita Kurnia Anjani berhasil mengembangkan karier keilmuaannya. Dia meraih gelar doktor di Queen’s University Belfast, Irlandia Utara, pada usia 25 tahun.
 
Qonita telah lama tertarik dengan pengembangan obat-obatan sejak semester satu di Unhas. Dia mulai menekuni bidang penelitian tentang teknologi penghantaran obat, khususnya teknologi yang memungkinkan obat bisa masuk ke dalam kulit.
 
Sejak itu, Qonita aktif mengikuti berbagai perlombaan yang berhubugan dengan penelitian di bidang farmasi. Ketertarikannya tersebut kemudian dituangkan dalam skripsi yang membahas tentang gel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belakangan, Qonita tahu di luar negeri sudah dikembangkan teknologi serupa yang lebih praktis, yaitu microneedle. Dia menjelaskan bentuknya seperti patch yang dilengkapi dengan jarum-jarum mikro yang dapat menghantarkan obat tanpa darah dan rasa sakit.
 
Qonita awalnya terdaftar memperoleh beasiswa sebagai mahasiswa S2 di Queen’s University Belfast dengan masa studi dua tahun. Setelah melewati tahap initial review (evaluasi progres penelitian tiga bulan pertama), dosen pembimbing di Queen’s University Belfast melihat potensi penelitian yang digarap.
 
Sehingga, Qonita didorong melanjutkan penelitian S3. Pertimbangannya, penelitian Qonita memenuhi standar untuk program Ph.D.
 
“Sempat menolak waktu itu, apalagi mengingat beasiswa yang saya terima hanya untuk masa dua tahun, sedangkan untuk studi Ph.D membutuhkan waktu normal minimal 3 tahun. Saya cukup dilematis, karena merasa tidak mampu termasuk untuk bertahan hidup di luar negeri dengan tambahan satu tahun tanpa bantuan beasiswa,” cerita Qonita dikutip dari laman unhas.ac.id, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Namun, setelah melewati berbagai pertimbangan, Qonita akhirnya memilih kembali melanjutkan pendidikan doktor dengan sisa waktu yang ada. Dalam pendidikan doktornya, penelitian yang diambil berjudul “Development of Antibiotic Microneedle Delivery Systems for Tuberculosis Treatment”.
 
Penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi microneedle patch untuk obat-obatan tuberkulosis. “Saat itu saya benar-benar mengerahkan segala kemampuan dan tenaga untuk mengejar tenggat waktu yang tersedia. Alhamdulillah, saya dapat selesai dalam waktu dua tahun tiga bulan,” beber Qonita.
 
Qonita menyebut saat kuliah di luar negeri sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan lingkungan yang baik. Tidak hanya itu, berdoa dan berusaha semaksimal mungkin serta mengetahui minat bakat diri yang dimiliki melalui berbagai proses dan pengalaman.
 
Baca: Bersaing dengan 950 Peserta, Mahasiswa Mandarin Unhas Ini Terpilih Sebagai Youth Culture Ambassador
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif