Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Rapor Pendidikan 2023: Kemampuan Literasi Siswa SMA Menurun

Ilham Pratama Putra • 27 September 2023 14:26
Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis hasil Rapor Pendidikan Indonesia 2023.  Hasil rapor pendidikan ini dapat dilihat pada laman raporpendidikan.kemdikbud.go.id.
 
Rapor Pendidikan 2023 menampilkan 11 indikator penilaian.  Salah satunya terdapat skor kemampuan literasi murid. Dalam hal ini diukur kemampuan murid dalam memahami dan menggunakan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
 
Kemampuan literasi ini disebut penting bagi murid di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kemampuan tersebut dinilai sebagai dasar pengetahuan, pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis serta bekal daya saing pada era globalisasi dan teknologi.
Dari penilaian yang didapatkan, kemampuan literasi murid jenjang SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat masuk kategori rata-rata atau sedang.  Rapor Pendidikan Indonesia 2023 mendefinisikan kategori sedang sebagai kondisi di mana sebanyak 40-70 persen siswa mencapai kompetensi minimum literasi dan seluruhnya ada pada kategori tersebut.

Penurunan kemampuan literasi

Lebih lanjut, tercatat pada jenjang SMA sederajat terjadi penurunan kemampuan literasi. Terjadi penurunan kemampuan literasi siswa SMA sederajat sebesar 4,59 persen.
 
Pada penilaian tahun sebelumnya, kemampuan literasi jenjang SMA sebanyak 53,85 persen siswa mencapai kompetensi minimum. Sedangkan di tahun ini hanya 49,26 persen.
 
Untuk jenjang SD sederajat, sebanyak 61,53 persen siswa mencapai kompetensi minimum literasi. Persentasenya naik 8,11 persen dari penilaian sebelumnya, sebesar 53,42 persen.
 
Sementara jenjang SMP sederajat, tercatat sebanyak 59 persen siswa mencapai kompetensi minimum literasi.  Persentase itu naik 7,63 persen dari penilaian sebelumnya, yakni 51,37 persen.
 
Sumber data Rapor Pendidikan 2023 berasal dari penilaian tahun 2022, utamanya dari hasil Asesmen Nasional (AN). Selain hasil AN, sumber data juga berasal dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sistem pendataan pendidikan yang dikelola Kementerian Agama (EMIS), Badan Pusat Statistik (BPS), aplikasi untuk guru dan tenaga kependidikan (seperti PMM, ARKAS, dan SIMPKB), Badan Akreditasi Nasional (BAN) serta Tracer Study (khusus data jenjang SMK).
 
Adapun 11 indikator yang ada di Rapor Pendidikan 2023 di antaranya pengukuran kompetensi dasar literasi-numerasi dan tumbuh kembang karakter, kualitas pembelajaran, iklim keamanan, kebinekaan, dan inklusivitas. Selain itu diukur penyerapan lulusan SMK dan kemitraan dan keselarasan dengan dunia kerja, persentase PAUD terakreditasi minimal B, serta Angka Partisipasi Sekolah.
 
Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id.
 
Baca juga: Rapor Pendidikan 2023: Skor Keamanan Sekolah Menurun

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif