Naskah Soal UN SMP/MTs Sudah Sampai di Daerah
Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi
Jakarta:Sebanyak 4,295.346 siswa jenjang SMP/MTs akan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2018. Naskah soal Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil (UNKP) saat ini sudah berada di Kabupaten/kota.  

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi mengimbau seluruh siswa kelas IX SMP/MTs agar mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UN yang akan digelar 23-26 April 2018.  "Saat ini naskah soal sudah ada di Kabupaten/kota," kata Bambang, di Jakarta, Jumat, 20 April 2018.


Disinggung tentang potensi keluarnya soal-soal dengan derajat kesulitan tinggi, Bambang mengatakan bahwa pengembangan soal-soal UN berada di bawah kewenangan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

"Soal UN disusun secara profesional, oleh karena itu BSNP sebagai penyelenggara tidak tahu soal seperti apa yang akan keluar, karena pengembanhan soal dikoordinir Puspendik," papar Bambang.

Ia menjelaskan, soal-soal UN SMP/MTs disusun oleh guru-guru SMP/MTs yang berpengalaman dan terlatih. Soal juga telah ditelaah oleh para dosen dari perguruan tinggi untuk mengecek validitasnya. 

Soal UN, kata Bambang, disusun dengan mengacu kepada kisi-kisi UN berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) yang  ada di dalam kurikulum, standar isi, dan standar kompetensi lulusan.  Kisi-kisi mencakup lingkup materi dan level kognitif. 

"Satu lingkup materi bisa dikembangkan menjadi berbagai soal yang tingkat kesulitannya bervariasi, mulai dari mudah, sedang, sampai soal yang masuk kategori High Order Thinking Skill (HOTS).

Bambang optimis siswa dapat menyelesaikan UN dengan baik, jika belajar tuntas sesuai kurikulum yang ada dan menyiapkan diri dengan baik.  "Saya optimis mereka tidak akan mengalami kesulitan dalam mengikuti UN," terang Dia.

Bambang juga mengingatkan, waktu yang telah dihabiskan siswa untuk belajar lebih lama daripada waktu yang  diperlukan untuk ujian. "Mereka belajar selama tiga tahun dan diuji dalam 120 menit untuk satu mata pelajaran. Oleh karena itu, aspek yang ditanyakan dalam UN mestinya hal-hal yang esensial dan telah dikuasasi siswa," tutup Bambang. 

Untuk diketahui, UN jenjang SMP/MTs akan diselenggarakan pada 23-26 April 2018.  Ada empat mata pelajaran yang akan diujikan, yakni Bahasa Indonesia (Senin), Matematika (Selasa), Bahasa Inggris (Rabu), dan IPA (Kamis).

Sementara UN Susulan jenjang SMP/MTs dijadwalkan pada 8-9 Mei 2018. Dari total 56.528 sekolah SMP/MTs yang ada, 49 persen atau 27.919 sekolah diantaranya menggelar  yang menggelar UNKP, dan 51 persen sisanya atau 28.609 sekolah lainnya sudah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dari jumlah tersebut, total peserta UN SMP/MTs 2018 mencapai 4.295.346 siswa.  Dimana 1.600.793 diantaranya mengikuti UNKP, dan 2.694.553 siswa mengikuti UNBK.

 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id