Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Ali Ramdhani. Dok Kemenag.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Ali Ramdhani. Dok Kemenag.

3 Hal Ini Diminta Jadi Fokus dalam Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah

Arga sumantri • 16 November 2021 10:54
Jakarta: Penguatan Moderasi Beragama (PMB) menjadi agenda yang terus dilakukan Kementerian Agama di 2021. Tidak hanya di lembaga keagamaan, PMB juga dilakukan di lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, dan sekolah. 
 
Khusus di sekolah umum, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M. Ali Ramdhani menekankan agar PMB menekankan pada tiga hal, yakni nilai integritas, solidaritas, dan tenggang rasa. Hal ini disampaikan Dirjen Pendis, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), di Bali. 
 
"Penguatan moderasi beragama pada sekolah harus mengedepankan nilai-nilai integritas, solidaritas, dan tenggang rasa. Nilai-nilai dasar ini adalah bagian penting dari upaya mengembangkan pendidikan agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ramdhani mengutip siaran pers Kemenag, Selasa, 16 November 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menuturkan PMB penting untuk dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan. Selain menjadi bagian program prioritas Kemenag, moderasi beragama merupakan salah satu modal yang perlu dimiliki individu menjalankan peran sosial di tengah masyarakat yang multikultural. 
 
"Moderasi beragama merupakan hal yang sangat penting, karena kita hidup di sebuah alam yang transnasional dan bergerak sedemikian rupa serta diharapkan memiliki pondasi yang kuat," ujarnya.
 
Baca: PGRI Ungkap Penyebab Lambatnya Transformasi Guru
 
Ia menekankan, moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan. Ini berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa. 
 
Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama. 
 
Direktur PAI Ditjen Pendidikan Islam, Amrullah mengatakan tugas utama guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah bagaimana menjadikan muatan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin bisa hidup. Tidak hanya di satu tempat, tapi bisa diimplementasikan di tempat-tempat lain, sekaligus tidak hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain juga. 
 
"Jika Islam Rahmatan Lil ‘Alamin ini bisa hidup maka akan tercipta  damai, nyaman, aman di seantero Nusantara. Indonesia bisa menjadi lokus Islam Rahmatan Lil ‘Alamin di dunia, meski di sini hidup bebagai latar belakang agama, ras, aliran," jelas Amrullah.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif