Rapat Kerja Nasional Guru TIK se-Indonesia, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.
Rapat Kerja Nasional Guru TIK se-Indonesia, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.

Guru Informatika Didorong Bentuk MGMP

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Citra Larasati • 21 Januari 2019 16:15
Jakarta:Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp800 miliar untuk pelatihan guru, yang akan disalurkan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Namun sayangnya, belum semua mata pelajaran memiliki MGMP, salah satunya adalah mata pelajaran Informatika.
 
Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji mendorong guru-guru yang mengampu mata pelajaran informatika agar segera membentuk MGMP. Hal ini untuk mengantisipasi akan didistribusikannya anggaran pelatihan guru sebesar Rp800 miliar dari Kemendikbud melalui MGMP.
 
"Penting bagi guru-guru Informatika untuk berhimpun di MGMP, karena anggaran pelatihan guru itu nantinya disalurkan melalui MGMP," kata Indra saat Sosialisasi Mata Pelajaran Informatika dalam Kurikulum 2013 di tahun ajaran 2019/2020, di Jakarta, Senin, 21 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sempat dihapus dari kurikulum seiring mulai diterapkannya Kurikulum 2013. Namun tahun ini, TIK akan bertransformasi menjadi mata pelajaran Informatika yang akan mulai diterapkan tahun ini di jenjang SMP dan SMA sederajat.
 
Baca:UI Peringkat 82 Universitas Terbaik di Negara Berkembang
 
Berdasarkan dara Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud, jumlah guru yang mengampu mata pelajaran Informatika hanya 40.000 orang guru. Dari jumlah tersebut, hanya separuhnya saja yang ternyata bersertifikat dan berlatar belakang pendidikan linier dengan bidang Informatika.
 
Dengan begitu, kata Indra, konsep pelatihan untuk guru-guru juga dapat segera disusun selepas MGMP dibentuk. Sebagai mata pelajaran pengganti TIK,, Indra berharap nantinya Informatika tidak sekadar berganti nama, namun juga berubah secara isi pembelajaran.
 
"Jadi jangan sampai Informatika hanya mengajarkan bagaimana cara mengetik dan menggunakan komputer seperti era TIK dulu. Untuk itu membutuhkan sistem pelatihan yang kuat," terang Indra.
 
Mata pelajaran Informatika harusnya mendorong siswa untuk dapat mengauasi program. "Belajar program tapi bukan berarti harus menjadi programmer, karena kalau menggiring semua anak jadi programer akan menutup ruang mereka untuk berkembang," ungkap Indra.
 
Informatika yang diperkenalkan di kelas nanti harusnya dapat mendorong munculnya daya inovasi siswa melalui berbagai program yang dikuasai. "Andai mereka dapat membuat sebuah aplikasi, itu hanya media bagi siswa untuk latihan menjadi inovator. AgarHigher Order Thinking Skills(HOTS)-nya muncul," seru Indra.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif