Pendidikan di Bumi Tadulako Berdenyut Kembali
Kondisi salah satu gedung Universitas Tadulako pascagempa, dokumentasi Untad.
Jakarta:Palu bangkit, seluruh aspek kehidupan di Palu perlahan mulai berdenyut kembali. Ekonomi, transportasi, tak terkecuali sektor pendidikan.

Pekan ini, salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Palu, Universitas Tadulako telah memulai kegiatan belajarnya.   Untuk sementara, kegiatan perkuliahan memang belum memungkinkan digelar di ruang-ruang kelas Universitas kebanggaan masyarakat Palu itu.


Gempa 7,4 SR yang mengguncang Palu 28 September lalu itu,  mengakibatkan kerusakan cukup parah di Untad.  Tak kurang dari sekitar 70 persen sarana prasarana, dan fasilitas perkuliahan mengalami kerusakan.

Meski begitu, proses belajar tak boleh terhenti terlalu lama. "Kami terapkan belajar mandiri sejak 10 Oktober kemarin.  Menggunakan blended learningyang bisa mahasiswa akses di https://untad.ac.id," kata Rektor Universitas Tadulako, Muhammad Basir, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Minggu, 14 Oktober 2018.

Selain itu, mahasiswa diberi pilihan untuk kuliah sit in (kuliah sementara) di kampus-kampus terdekat di Sulawesi atau bahkan di luar Sulawesi.  Tercatat ada 36 PTN yang tersebar di seluruh di Tanah Air membuka tangan untuk menampung mahasiswa korban bencana Palu. 

Namun "saudara" terdekatnya, sesama PTN di Sulawesi, Universitas Hasanudin (Unhas),  ternyata paling banyak menerima eksodus mahasiswa asal Palu tersebut.  “Per hari ini ada 1.159 orang yang tersebar di beberapa program studi,” kata Rektor Universitas Hasanudin, Dwia Aries Tina Pulubuhu kepada Medcom.id.

Dwia menjamin, meski berstatus sebagai mahasiswa sementara, mahasiswa Untad yang menumpang belajar akan diperlakukan sama.  Bahkan, seluruh biaya administrasi perkuliahan khusus mahasiswa Untad, dibebaskan. 

"Mereka diperlakukan sama seperti mahasiswa reguler, bebas menggunakan segala fasilitas di kampus," sebut Dwia.

Sistem kuliah sementara ini, rencananya dirancang hanya untuk dua semester, sampai sarana dan prasarana Universitas Tadulako kembali bisa dipergunakan. "Namun nanti akan kami evaluasi lagi, apakah perlu ditambah waktunya," terang Dwia.

Baca: Rp13 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa Lombok

Humas Universitas Tadulako, Syamsumarlin mengatakan, sementara belum tercatat mahasiswanya sit in di kampus luar Sulawesi.  Sampai saat ini, mahasiswa mendominasi untuk sit in di kampus-kampus sekeliling Palu.

“Sudah ada sebagian, seperti perguruan tinggi di Gorontalo, dan Unhas, mahasiswa kami di sana sudah ada yang melapor. Di Jakarta sampai saat ini kami belum terima informasi,” ujar Samsumarlin.

Namun, kata Samsumarlin, apabila ada yang berminat sit in di luar Sulawesi pun dipersilakan. Syaratnya cukup membawa kartu tanda mahasiswa dan mendatangi kampus tujuan. 

“Langsung saja ke universitas bersangkutan, ke rektorat bagian BAK (Bina Administrasi Kewilayahan). Nanti diarahkan ke masing-masing fakultas sesuai jurusan,” papar Samsumarlin.

Zulfadli Aditya, salah satu mahasiswa Universitas Tadulako yang terdampak gempa dan tsunami turut berbagi cerita. Mahasiswa Fakultas Hukum itu berencana pindah ke Makassar, sambil melanjutkan kuliah sementaranya di Universitas Hasanuddin. 

Rumah keluarganya hancur diguncang gempa. Kini ia dan keluarga tinggal di teras rumah, beratapkan terpal. 

Alhamdulillahkeluarga selamat semua, meski rumah kami retak, dan bagian belakang terpisah temboknya, tapi masih berdiri,” tuturnya.

Hingga saat ini, Untad masih menunggu sejumlah bantuan dana pendidikan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).  Menurutnya, beberapa waktu lalu pendataan sudah dilakukan. 

Sementara bantuan logistik dari pemerintah sudah masuk, meski belum merata. Ia dan sekeluarga hanya menerima satu liter beras per harinya. 

“Dari pemerintah sudah ada. Satu liter beras sehari, tapi belum merata,” ungkap Zulfadli.

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menegaskan, pihaknya akan mengalokasikan dana untuk pembangunan di universitas tersebut pada tahun depan.

"Kampus mulai beraktivitas minggu depan, kami sudah berbicara dengan rektor mengenai hal tersebut.  Bantuan untuk pembangunan dialokasikan tahun depan,"  ujar Nasir.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id