Namun apakah tepung dari bahan ubi itu bisa menjadi alternatif pemadaman api untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)? Begini penjelasan Pakar Forensik Kebakaran Indonesia dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bambang Hero Saharjo.
Bambang menjelaskan, tepung memang dapat dimanfaatkan sebagai alat pemadaman api. Namun, dalam penelitian yang pernah ia lakukan, tepung yang digunakan bukan berbahan dari ubi ataupun singkung.
"Saya pernah lakukan menggunakan tepung dari jagung, namun ditambah lagi dengan beberapa material lain," kata Bambang kepada Medcom.id, Rabu 26 Agustus 2026.
| Baca juga: ​Superman Bantu Padamkan Karhutla di Palangkaraya |
Produk tepung dari jagung itu, kata dia, harus melalui proses panjang. Di antaranya dilakukan perendaman agar terjadi reaksi terhadap tepung.
"Produk ini kemudian direndam dalam air dan harus hati-hati karena kalau terlalu kental, maka aliran air dalam selang pemadam terhambat. Produk ini disebut dengan gel," jelas Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB itu.
Gel itulah yang, kata dia, dapat memadamkan api. Sekaligus dapat menutup pori-pori gambut.
"Dengan gel tadi itu agar api atau bara yang masih berada di bawah tidak naik Kembali," tutur dia.
Adapun cara penggunaan gel tersebut dapat memanfaatkan pompa dan selang. Dengan begitu pemadaman bisa lebih efektif.
"Biasanya menggunakan pompa dan selang. Karena yang digunakan adalah air dan tepung tersebut sehingga menjadi berat, yang menyebabkan semprotan api tersebut tidak terganggu oleh angin dan sesuai sasaran yang dituju," pungkasnya.
| Baca juga: Air Susah, Karhutla di Banjarbaru Makin Sulit Dipadamkan |
Diketahui, Presiden mendorong terobosan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak hanya mengandalkan water bombing, pemerintah diminta mengembangkan bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong yang dinilai berpotensi menjadi alternatif untuk menjinakkan api.
Gagasan tersebut mencuat saat Presiden Prabowo memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Senin 24 Agustus 2026. Dalam rapat itu, Prabowo menanyakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai kemungkinan penggunaan bahan yang lebih efektif dibandingkan air untuk memadamkan kebakaran.
"Apakah ada zat kimia yang lebih efektif untuk menutup api daripada air?" tanya Prabowo.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian mengungkap adanya bahan berbasis tepung yang telah ditemukan dan disebut dapat membantu mencegah sekaligus memadamkan api, terutama pada tahap awal kebakaran. Bahan tersebut menggunakan tepung berbahan dasar ubi atau singkong.
Mendengar penjelasan itu, Prabowo langsung tertarik dan meminta agar inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap uji coba. Tetapi segera diteliti dan dikembangkan untuk penggunaan yang lebih luas.
"Intinya dia bisa meredam. Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar," ujar Prabowo.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda