Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi/Medcom

Tulis Ulang Buku Sejarah RI, Dosen UGM: Pelajaran Sejarah di Sekolah Bakal Berubah

Citra Larasati • 09 Januari 2026 12:40
Jakarta: Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada awal Desember 2025. Buku monumental yang terdiri dari 10 jilid ini merupakan hasil karya kolaboratif 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi.
 
Peluncuran ini juga bersamaan dengan penetapan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional, sebuah usulan dari para sejarawan Indonesia. Salah satu editor buku tersebut, Prof. Dr. Agus Suwignyo, M.A., Dosen Departemen Sejarah FIB UGM, menyatakan bahwa kehadiran buku ini akan berdampak langsung pada kurikulum pelajaran sejarah di sekolah-sekolah.
 
Hal ini karena materi pembelajaran sejarah di SD, SMP, dan SMA selama ini bersumber dari buku sejarah nasional yang menjadi acuan. “Pasti akan ada perubahan, pelan-pelan secara bertahap. Siswa perlu mengetahui pengetahuan sejarah yang belum pernah diperkenalkan sebelumnya,” ujar Agus Suwignyo, dikutip dari laman UGM, Jumat, 9 Januari 2026.

Menanggapi kekhawatiran publik akan adanya perubahan narasi sejarah yang signifikan atau yang hanya menonjolkan tokoh tertentu, Agus menjelaskan bahwa hal itu baru akan terlihat setelah kesepuluh jilid buku dibaca dan dikaji secara mendalam. Juga setelag itu dibandingkan dengan model penulisan sejarah nasional sebelumnya.
 
Ia justru berharap buku ini dapat memantik perdebatan publik yang sehat dan membuka narasi sejarah yang lebih luas dan inklusif. “Saya pribadi akan senang nanti peluncuran ini akan memancing diskusi-diskusi di ruang publik, di komunitas-komunitas, di perguruan tinggi, di sekolah mengenai sejarah Indonesia,” harapnya.
 
Agus bertindak sebagai editor yang merancang struktur dan isi Jilid V dari seri buku ini, yang mengangkat sejarah abad ke-19 Indonesia. Jilid ini disebutkan akan menghadirkan paradigma baru dalam memahami sejarah pengetahuan, infrastruktur, dan hukum pada masa tersebut.
 
Peluncuran buku Sejarah Indonesia edisi terbaru ini menandai babak baru dalam penulisan sejarah nasional dan diprediksi akan mengubah landscape pembelajaran sejarah di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
 
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global". Peluncuran ini sengaja dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah yang baru ditetapkan jatuh pada tanggal 14 Desember.
 
Kehadiran buku penting ini diharapkan dapat menjadi momen krusial untuk meningkatkan pemahaman sejarah nasional dan menjaga ingatan bersama sebagai sebuah bangsa. Penerbitan buku ini merupakan wujud nyata tanggapan pemerintah terhadap suara para ahli sejarah yang sejak lama mengusulkan perlunya pembaruan menyeluruh dalam cara penulisan sejarah Indonesia.
 
Dalam proyek ini, peran Kementerian Kebudayaan adalah memfasilitasi, sedangkan kewenangan dan tanggung jawab keilmuan sepenuhnya diserahkan kepada tim penulis dan editor yang bekerja secara independen.
 
“Penulisan buku ‘Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global’ ini untuk memperkaya wawasan masyarakat tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia hingga mutakhir,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya, Senin, 14 Desember 2025.
 
Fadli Zon menambahkan, selama dua puluh tahun terakhir telah banyak bermunculan kajian sejarah dan arkeologi dengan berbagai penemuan baru. Data dan temuan segar ini dianggap sangat penting untuk diintegrasikan ke dalam cerita sejarah bangsa Indonesia agar lebih komprehensif dan hidup.
 
Buku tersebut terdiri dari sepuluh jilid inti, ditambah dengan satu jilid berisi fakta pendukung dan indeks. Proses penyusunannya berjalan dengan sangat fokus selama satu tahun penuh, dari bulan Januari hingga November 2025, melalui serangkaian tahapan yang sistematis dan terjadwal.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan