Ketujuh perguruan tinggi tersebut adalah IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, Universitas Jember, Universitas Lampung, Universitas Hasanuddin dan Universitas Brawijaya.
Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemdikbudristek, Prof Faiz Syuaib mengatakan, UC Davis adalah salah satu universitas peringkat teratas di dunia khususnya di bidang pertanian dan kehutanan. Menurutnya, pertemuan ini menjadi satu kesempatan bagi ketujuh perguruan tinggi Indonesia menjalin kolaborasi dengan UC Davis.
“Ini adalah kesempatan besar dan saya berharap UC Davis membuat kolaborasi dan keterlibatan dengan beberapa universitas di Indonesia, khususnya dimulai dengan membuat coffee center. Kami memiliki banyak profil penelitian di bidang kopi sehingga kami memanggil beberapa universitas di Indonesia untuk berkonsolidasi memperdalam riset kopi yang berkelanjutan,” ucapnya.
Faiz menyampaikan, sebagian besar penelitian di tujuh perguruan tinggi yang tergabung ini adalah di bidang pertanian dan pangan, “Kami memiliki IPB University yang fokus di bidang pertanian dan biosains. Universitas Gadjah Mada dengan pengembangan Kopi Ramah Satwa Liar. Universitas Jember yang daerahnya memiliki sejarah panjang di bidang kopi dan memiliki pusat penelitian kopi terbesar di sana,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, Universitas Syiah Kuala, Aceh dengan sentra penghasil kopi gayo yang terkenal. Universitas Hasanuddin terkenal dengan kopi torajanya. Universitas Lampung yang daerahnya adalah sentra terbesar penghasil kopi robusta dan, Universitas Brawijaya yang mengembangkan keanekaragaman hayati lanskap kopi.
Rektor IPB University, Arif Satria menyampaikan rasa hormat menjadi tuan rumah dari acara Simposium Internasional Pembentukan Konsorsium Kopi. Ia mengatakan, penelitian terkait kopi di IPB University sudah berlangsung lama, meliputi bidang penelitian tematik yang luas, seperti budi daya, agroforestri, pengolahan kimia, teknologi sensori, non-pengujian destruktif, rantai pasokan sosial ekonomi serta bisnis dan inovasi.
“Kami berharap simposium internasional ini dapat memfasilitasi forum pertukaran ide dan pengetahuan tentang hasil riset dan inovasi kopi terkini, termasuk merumuskan agenda riset serta strategi untuk mengembangkan jangkauan yang efektif antara akademisi, masyarakat dan industri,” ujarnya.
Dalam simposium ini turut mengundang perwakilan dari UC Davis yaitu Prof Tonya Kuhl, Prof Bill Ristenpart dan Dr Irwin R Donis-Gonzalez. Para peneliti UC Davis ini banyak berkecimpung di penelitian kopi dari hulu sampai hilirisasi.
| Baca juga: Guru Besar IPB: Kini Produk Unggas Bisa Rendah Kolesterol |
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News