Ada Penyandang Disabilitas Ditolak di Sekolah Negeri
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, Medcom.id/Intan Yunelia
Jakarta:Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah mendalami sejumlah laporan, terkait siswa yang belum mendapatkan sekolah. Satu di antaranya siswa penyandang disabilitas di Bali. Padahal, hari pertama sekolah sudah dimulai Senin, 16 Juli 2018.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengakui ada siswa di Tangerang Selatan dan Bali, yang nasibnya belum jelas. "Tidak banyak laporannya, tapi di Tangsel dan Bali masih ada yang belum dapat kepastian sekolah. Bahkan yang di Bali, siswa itu adalah penyandang disabilitas," kata Retno kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.


Menurut dia, siswa penyandang disabilitas tersebut tidak dapat diterima di sekolah karena terkendala dokumen kependudukan.  "Padahal, jarak rumah siswa ke sekolah hanya 100 meter," tegas Retno.

Retno yang saat ini sedang berada di Bali juga menerima laporan, bahwa hampir seluruh sekolah di semua jenjang pendidikan terpaksa membagi siswa ke dalam dua shift karena keterbatasan daya tampung.  Pembagian shiftitu untuk sementara ini memang menjadi solusi efektif agar semua siswa dapat tertampung.

Meskipun di sisi lain menyisakan persoalan, yakni keterbatasan tenaga guru yang diperkirakan akan cukup merepotkan, karena guru dituntut mengajar sejak pukul 07.30-17.39 WITA.

"Laporan sekolah dua shiftini baru masuk tadi, akan kita dalami dulu," tegas Retno.

Baca: Kemendikbud Dinilai Abai Sebaran Sekolah Negeri

Seperti dikutip Antara, Retno mengatakan pelaksanaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di sejumlah daerah masih menyisakan persoalan.  Misalnya masih ada sejumlah siswa yang belum jelas nasibnya, apakah diterima atau tidak di sekolah negeri.    

Sementara itu, sejumlah SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah  kekurangan siswa akibat terbongkarnya SKTM palsu yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah.      Sampai Jumat, 13 Juli 2018 sore, KPAI masih menerima pengaduan dari seorang ibu yang berdomisili di Tangerang Selatan.  Anaknya belum juga mendapatkan kepastian diterima atau tidak di sekolah negeri pilihannya.

"KPAI akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan pemerintah daerah melakukan pemenuhan hak atas pendidikan para siswa tersebut sebagaimana dijamin peraturan perundangan yang berlaku," ujarnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id