Wakil Presiden Ma'ruf Amin.  Foto: Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: Antara

Wapres Minta Pembelajaran Jarak Jauh Tak Abaikan Kualitas

Pendidikan Virus Korona Metode Pembelajaran
Antara • 13 Mei 2020 20:04
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Aminberharap metode pembelajaran jarak jauh yang diterapkan selama pandemi virus korona (covid-19) tetap harus memiliki standar kualitas yang jelas. Baik dalam proses maupun standar evaluasi pembelajarannya.
 
Ma'ruf mengatakan, pembelajaran jarak jauh harus dapat berkembang baik, dengan tetap menerapkan standar penilaian layaknya kegiatan belajar secara konvensional.
 
“Tidak boleh adaexcuseterhadap kualitas, baik kualitas pembelajaran maupun pengujian. Mahasiswa harus tetap bisa diuji dengan standar yang sama dengan pembelajaran konvensional sehingga kualitas pembelajaran dan lulusan program studi ini tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam Talkshow Bersama Rektor dari Jakarta, Rabu, 15 mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wapresmengatakan sebagai dampak dari pandemi covid-19 masyarakat memang harus siap dengan penerapan kegiatan belajar dan mengajar jarak jauh sebagai pengganti metode belajar konvensional.
 
“Dalam situasi pandemi saat ini, kita perlu melakukan banyak penyesuaian, termasuk dalam pembelajaran. Kita harus siap melakukan pembelajaran jarak jauh sebagai pengganti metode pembelajaran konvensional,” kata Wapres.
 
Baca juga:Kesulitan Ekonomi, 300 Mahasiswa Undip Ajukan Pengunduran Diri
 
Kegiatan belajar secara daring itu juga memerlukan tantangan, antara lain kreativitas tinggi dari para pengajar, baik guru maupun dosen. “Pembelajaran jarak jauh membutuhkan kreativitas. Para pengajar perlu keluar dari gaya konvensional dan lebih inovatif dalam menyiapkan materi dan mekanisme pembelajaran,” tambahnya.
 
Lembaga pendidikan juga harus mampu menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung serta mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan belajar jarak jauh. Sementara itu dari sisi pelajar dan mahasiswa, Ma’ruf mengatakan perlu kemandirian dan sikap proaktif agar belajar jarak jauh dapat berjalan dengan baik.
 
“Mahasiswa juga dituntut harus lebih mandiri. Mahasiswa harus dapat memanfaatkan seluruh sumber pengetahuan untuk melengkapi proses pembelajaran jarak jauh ini,” jelasnya.
 
Selain tantangan-tantangan tersebut, lanjut Ma’ruf, pembelajaran jarak jauh juga memberikan keuntungan bagi banyak perguruan tinggi dalam melakukan sinergi. Dengan penggunaan teknologi, tidak ada lagi sekat antarsatu perguruan tinggi dengan lainnya.
 
“Mahasiswa dapat dengan mudah mengikuti kuliah dari perguruan tinggi yang berbeda sepanjang sesuai dengan minatnya. Selain itu, pertukaran pengetahuan, hasil riset, dan kegiatan akademik lainnya juga akan semakin efektif,” katanya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif