Webinar internasional yang digelar UNS. Zoom.
Webinar internasional yang digelar UNS. Zoom.

Webinar Internasional UNS Memotret Perekonomian Dunia Pasca Pandemi

Arga sumantri • 09 Juli 2020 12:47
Jakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) UNS Fintech Centre kembali menggelar webinar dengan tema 'Global Economy and Financial Sector Post Covid-19'. Belasan pakar dari berbagai negara hadir dan membahas perekonomian pasca pandemi.
 
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso jadi pembicara utama webinar ini dan memberikan materi bertajuk 'Policy Responses in Financial Sector to Accelarate Economic Recovery'. Ia menyampaikan, perekonomian dunia amat terdampak pandemi virus korona (covid-19). Sejumlah lembaga survei memotret, perekonomian dunia mengalami penurunan hingga di bawah rata-rata. 
 
"Tidak penting membahas dampak pertumbuhan ekonomi ini tetapi yang lebih penting yakni bagaimana mengurangi dampaknya," kata Wimboh melalui siaran pers, Kamis, 9 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Wimboh, setiap negara memiliki cara yang berbeda untuk mengelola bidang keuangannya. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi faktor yang mempengaruhi. 
 
Di Indonesia, kata dia, dampak ekonomi terasa di kota-kota besar, sedangkan bagi kota kecil kegiatan ekonomi masih bisa berjalan normal.  Pembatasan aktivitas yang sempat berlangsung menjadi salah satu faktor yang menghambat roda perekonomian. Pemerintah berupaya untuk melakukan beberapa kebijakan seperti memberikan insentif dan kelonggaran dalam membayar kredit. 
 
Ia menambahkan, di kuarter pertama kondisi perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Hal tersebut masih akan terus berlangsung pada kuarter kedua. Namun, kata Wimboh, pada akhir tahun ini diharapkan kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang positif. Permintaan domestik menjadi salah satu kunci pertumbuhan ini bisa berjalan dengan baik.
 
Setelah Wimboh, secara bergantian terdapat sepuluh pembicara dari berbagai universitas atau lembaga dunia menyampaikan materinya. Kesepuluh pembicara tersebut ialah Sergio L. Schmukler Ph.D (Lead Economist, World Bank), Prof. Franco Fiordelisi (University of Rome III, Italy/University Essex, UK), Dr. Emma Allen (Country Specialist, Asian Development Bank), dan Prof. Alistair Milne (Loughborough University, UK). 
 
Kemudian, Prof. Amine Tarazi (University of Limoges, France), Prof. Jon Williams (Bangor University, UK), Prof. Robin Luo Ph.D., FRM (Xihua University, China), Prof. Mehmet Huseyin Bilgin (Istanbul Medeniyet University, Turkey), Zenu Sharma, Ph.D (St. John’s University, USA), dan terakhir Dr. Irwan Trinugroho (Universitas Sebelas Maret, Indonesia).
 
Baca: Kemendikbud Meluruskan Makna 'PJJ Permanen'
 
Webinar internasional ini bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia dan dukungan dari Erasmus Optimizing Research & Doctoral Programs in Banking and Finance in Indonesia Universities (Erasmus OPTBANK). Agenda tersebut digelar pada Senin, 6 Juli 2020, melalui Zoom Clouds Meeting, live streaming di kanal YouTube UNS dan live Instagram di akun UNS Fintech Center. Peserta dari berbagai kalangan hadir menyimak pemaparan materi.
 
Peserta webinar berkesempatan untuk melakukan diskusi dengan narasumber melalui pertanyaan yang disampaikan secara tertulis melalui kolom komentar. Terdapat lebih dari 1.500 peserta bergabung dalam kegiatan tersebut. 
 
Wakil Rektor Bidang Perencanan dan Kerja Sama UNS, Sajidan, menyampaikan terima kasih kepada pembicara yang telah bergabung dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya dalam menangani kondisi keuangan saat ini.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif