"Saya berharap Prof Agus memimpin program kerja UBL untuk menyiapkan sumber daya manusia yang hebat, baik dosen maupun mahasiswa guna mencapai Budi Luhur Emas 2029," ujar Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, Jumat, 5 Januari 2024.
Menurut dia, visi misi yang diemban UBL yakni melahirkan manusia cerdas yang memiliki keluhuran budi bukanlah persoalan mudah. Sebab, saat ini banyak lembaga pendidikan yang mampu melahirkan orang-orang cerdas, namun lupa dengan nilai-nilai keluhuran budi.
"Nah Universitas Budi Luhur harus tetap pada komitmennya yakni membentuk warga negara yang selalu mengedepankan kecerdasan dilandasi budi pekerti yang luhur," tegas Kasih.
Ia juga mengingatkan UBL memiliki tugas membantu pemerintah dalam menuntaskan angka kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Untuk mengambil peran besar dalam tugas tersebut tentu UBL membutuhkan SDM unggul dan berkualitas.
Rektor UBL Agus Setyo mengatakan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi ke depan tidaklah mudah. UBL tidak mungkin bekerja sendiri, harus ada kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya.
"Itu sebab hari ini saya menghadirkan beberapa rektor dari perguruan tinggi lain guna memulai langkah kita bersama yakni berkolaborasi, saling asah, asih dan asuh sehingga UBL dan juga perguruan tinggi lainnya bisa maju bersama," kata Agus.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah 3 Toni Toharudin sepakat dengan semangat kolaborasi menjalankan pendidikan tinggi. Dengan kepemimpinan yang mengedepankan kolaboratif, Toni yakin UBL mampu menghadapi segala tantangan yang ada.
"Saya berharap Universitas Budi Luhur terus menjadi kampus pelopor yang melahirkan lulusan-lulusan yang cerdas akademis dan memiliki karakter yang luhur," tutur Toni.
Profil Agus Setyo Budi
Agus menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) program studi Fisika tahun 1987. Lalu melanjutkan pendidikan di USM Malaysia dengan prodi Fisika Semikonduktor dan menyelesaikan program doktoral di UTM Malaysia dengan Prodi Fisika Material.
Pria kelahiran Medan 26 April 1963 tersebut pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Binawan Jakarta, anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD-PNF), serta Ketua LLDIKTI Wilayah 3.
Beberapa penghargaan pernah diraih Agus, antara lain Satya Lencana Karya Sapta 30 Tahun dari Presiden RI (2019), dan An Exhibition On Science & Technology 2003 : 7th – 9th August, Putra WTC – Kualalumpur (Bronze Medal: Exhibitor) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.
Selain aktif menulis buku, Agus juga akademisi yang produktif dalam melahirkan karya-karya ilmiah dan melakukan riset. Puluhan tulisannya telah dipublikasikan dalam jurnal dan prosiding dalam lima tahun terakhir. Ia juga aktif sebagai narasumber seminar ilmiah dalam berbagai kesempatan.
| Baca juga: Sidang Doktor Psikologi Pertama Atma Jaya di 2024, Rahmanto Soroti Wilayah Padat Kumuh |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News