Doa. DOK Medcom
Doa. DOK Medcom

Keistimewaan Bulan Syaban yang Sering Terlupakan, Salah Satunya Bulannya Rasulullah

Renatha Swasty • 21 Januari 2026 16:32
Jakarta: Umat Islam kini tengah menjalani hari-hari di bulan Syaban. Bulan ke-8 dalam kalender Hijriah ini memiliki posisi unik karena terhimpit di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadan.
 
Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syaban merupakan bulan yang memiliki segudang keutamaan. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus pada bulan ini.
 
Berikut lima keistimewaan bulan Syaban yang menjadikannya waktu istimewa untuk meningkatkan ibadah:

5 keistimewaan bulan Syaban

1. Bulannya Rasulullah SAW

Syaban dikenal sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW. Hal ini merujuk pada sabda beliau: "Rajab adalah syahrullah (bulan Allah), Syaban bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."

Penegasan ini menunjukkan kedekatan khusus antara bulan Syaban dengan amalan-amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah.

2. Syahrul Qurra’ (Bulannya Para Pembaca Al-Qur'an)

Selain disebut bulannya Nabi, Syaban juga dijuluki Syahrul Qurra’ atau bulannya para ahli Al-Qur'an. Para ulama terdahulu, seperti Salmah bin Kuhail, menyebut Syaban sebagai waktu untuk memfokuskan diri membaca Al-Qur'an.
 
Dikisahkan Amr bin Qais al-Mula’iy, ketika memasuki bulan Syaban, ia akan menutup tokonya dan meluangkan seluruh waktunya untuk tadarus Al-Qur'an sebagai persiapan menyambut Ramadan.
   

3. Bulan Turunnya Perintah Salawat

Salah satu peristiwa penting yang menjadikan Syaban istimewa adalah turunnya ayat perintah bersalawat. Perintah ini termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56:
 
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
 
Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan selawat di bulan ini.

4. Bulan Merawat Tanaman Amal

Para ulama membuat perumpamaan indah tentang urutan bulan Rajab, Syaban, dan Ramadan layaknya siklus bercocok tanam. "Bulan Rajab adalah masa menanam, Bulan Syaban adalah masa memupuk/merawat (menyiram), dan Bulan Ramadan adalah masa memanen."
 
Artinya, jika seorang Muslim ingin memanen pahala maksimal di bulan Ramadan, ia harus mulai "menyiram" dan merawat kebiasaan ibadahnya sejak bulan Syaban.

5. Diangkatnya Amal Manusia

Keistimewaan lainnya adalah Syaban merupakan waktu diangkatnya catatan amal manusia kepada Allah SWT. Karena alasan inilah, Rasulullah SAW gemar berpuasa sunah di bulan Syaban.
 
Dalam hadis riwayat Ahmad dan An-Nasa'i, Usamah bin Zaid pernah bertanya mengapa Nabi sering berpuasa di bulan Syaban. Rasulullah menjawab: "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan. Di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."
 
Itulah lima keistimewaan bulan Syaban. Yuk perbanyak amalan di bulan ini. (Sultan Rafly Dharmawan)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan