Meskipun fenomena ini sangat dinantikan oleh para pemburu gerhana global, tidak semua wilayah di dunia beruntung bisa menyaksikannya secara langsung. Lalu belahan bumi mana saja yang bisa menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Cincin? Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Gerhana Matahari Cincin
Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi atau yang dikenal sebagai titik apogee. Posisi ini membuat ukuran piringan Bulan tampak lebih kecil daripada Matahari. Saat melintas tepat di depan Matahari, Bulan tidak mampu menutup seluruh permukaannya, sehingga menyisakan pinggiran cahaya terang yang tampak seperti cincin emas di langit gelap.Dilansir dari Time and Date dan laman Space.com, fase gerhana parsial ini akan dimulai pada pukul 09.56 UTC. Namun, fase cincin yang ditunggu-tunggu akan terjadi di pukul 11.42 UTC. Adapun puncak gerhana ini diperkirakan akan terjadi pada pukul 12.12 UTC, pada fase puncak ini bulan akan menutupi sebanyak 96% cahaya Matahari dengan durasi maksimal 2 menit 20 detik.
Apakah Gerhana Matahari Cincin Bisa Disaksikan dari Indonesia?
Sayangnya, fenomena Gerhana Matahari Cincin ini tidak melintasi wilayah Indonesia manapun. Jalur utama gerhana kali ini tergolong unik karena sebagian besar jalurnya melintasi benua Antartika.Menurut laporan dari EarthSky, hanya beberapa stasiun penelitian di kutub Selatan, yaitu Stasiun Concordia dan Stasiun Mirny, keduanya akan mendapatkan pandangan 100% fase cincin tersebut.
Walaupun hanya daerah tertentu yang dapat menyaksikan fase cincin tersebut, masyarakat di wilayah lain masih bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian atau Partial Eclipse, adapun wilayah yang masuk dalam jangkauan gerhana tersebut adalah sebagai berikut.
Afrika bagian Selatan: Meliputi Afrika Selatan, Namibia, dan Zimbabwe.
Amerika Selatan: Terbatas di ujung selatan Argentina (Patagonia) dan Chile.
Samudra Hindia: Kepulauan seperti Madagaskar dan Mauritius.
Masyarakat di Indonesia harus bersabar karena fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 tidak dapat disaksikan di tanah air. Hal ini dikarenakan posisi jalur bayangan Bulan sepenuhnya berada di belahan Bumi bagian selatan dan sama sekali tidak melintasi wilayah Asia.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News