Prof.Dr.dr.c Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), MPH (kiri) dan Prof.Dr.dr.c Ratna Sitompul, Sp.M(K) (kanan), UI/Humas.
Prof.Dr.dr.c Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), MPH (kiri) dan Prof.Dr.dr.c Ratna Sitompul, Sp.M(K) (kanan), UI/Humas.

UI Kukuhkan Dua Guru Besar Fakultas Kedokteran

Pendidikan Guru Besar
Intan Yunelia • 15 Januari 2019 19:05
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua Guru Besar dari Fakultas Kedokteran (FKUI). Kedua guru besar tersebut adalah Prof.Dr.dr.c Budi Iman Santoso, Sp.OG (K), MPH dan Prof.Dr.dr.c Ratna Sitompul, Sp.M(K).
 
Rektor UI, Muhammad Anis pada saat upacara pengukuhan mengatakan, dengan dikukuhkannya dua guru besar, maka bertambah pula jumlah guru besar yang dimiliki UI. "Pada hari ini bertambah dua guru besar (UI). Total Guru Besar yang dimiliki UI sekarang ada 221 orang," kata Anis, di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Budi Iman Santoso merupakan guru besar dari bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi. Pada pengukuhannya, ia menyampaikan pidato bertajuk "Sebuah Model Prediksi Trauma Otot Dasar Panggul pada Ibu Pascapersalinan Normal".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi mencetuskan model prediksi BISA (Budi Iman Santoso Assessment). Di mana, BISA merupakan sebuah sistem penilaian yang dapat memperkirakan kerusakan otot panggul akibat persalinan normal.
 
"Bila sistem scoring menunjukkan risiko trauma dasar panggul rendah, maka pasien dapat diyakinkan untuk menjalani persalinan normal tanpa khawatir disfungsi dasar panggul," ujar Budi.
 
Untuk diketahui, disfungsi dasar panggul dapat mengganggu kualitas hidup para ibu. Karena dapat menimbulkan gejala tertentu.
 
"Seperti mengompol, tidak dapat mengendalikan buang air besar, peranakan turun dan gangguan fungsi seksual," terang Budi.
 
Sementara itu Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Mata, Ratna Sitompul, menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul "Academic-Based Health System: Transformasi Pendidikan, Penelitian dan Pelayanan Kesehatan Sistem Kesehatan Nasional". Ia menyampaikan gagasan tentang peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit yang ada di Indonesia.
 
Ia menuturkan, Rumah Sakit (RS) pendidikan adalah kelompok RS terbaik di berbagai negara. Karena memberikan pelayanan bermutu bersamaan dengan fungsinya memberikan pendidikan dan penelitian.
 
"Untuk bisa melakukan hal tersebut, Rumah Sakit dan Fakultas Kedokteran harus memiliki visi yang sama yaitu memberikan yang terbaik bagi pasien dan peserta didik," pungkas Ratna.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi