Persemian PLTS di kampus ITN Malang. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Persemian PLTS di kampus ITN Malang. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Moeldoko Resmikan PLTS di ITN Malang

Daviq Umar Al Faruq • 23 Maret 2022 21:05
Malang: Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko berkunjung ke Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 23 Maret 2022. Dalam kunjungannya kali ini, Moeldoko meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 0,5 MWp/500 KWp. 
 
PLTS ini merupakan kolaborasi ITN Malang dengan PT Wijaya Karya (WIKA) Persero TBK, PT Wika Energy, dan PT Surya Utama Nuansa (Sun Energy). Ini merupakan PLTS skala kampus terbesar di Jawa, dan terbesar kedua di Indonesia.
 
Selain itu, dalam kunjungannya, Moeldoko juga menandatangani MoU antara Kantor Staf Presiden dan ITN Malang. Moeldoko juga meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Rektorat dan Pusat Riset Inovasi Teknologi ITN Malang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Moeldoko berharap ITN Malang bisa terus menciptakan berbagai inovasi yang memiliki nilai tepat guna bagi masyarakat. Diakuinya, saat ini ITN Malang telah memiliki sejumlah inovasi yang mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat.
 
"Saya mengapresiasi atas budaya inovasi yang berkembang di kampus ini. Ini perlu untuk dikembangkan dari waktu ke waktu," kata Moeldoko.
 
Moeldoko menjelaskan, menghasilkan sejumlah inovasi tepat guna dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia tersebut merupakan langkah yang penting. Tujuannya untuk menghadapi berbagai tantangan dan perkembangan situasi global yang ada saat ini.
 
"Kampus ini telah menjawab sebagian kebutuhan itu. Saya tadi melihat beberapa temuan, apa itu industri tepat guna, yang pada akhirnya bisa dipergunakan oleh masyarakat secara umum," ujarnya.
 
Mantan Panglima TNI ini menambahkan, industri tepat guna, bagi masyarakat Indonesia merupakan salah satu kebutuhan yang mendesak. Untuk itu, diharapkan ITN Malang bisa mengembangkan teknologi yang dibutuhkan masyarakat itu.
 
"Ini sangat penting. Masyarakat yang saat ini masih di bawah, masih memerlukan teknologi tepat guna. Kebutuhan itu mendesak dan itu yang perlu dikembangkan," tegasnya.
 
Baca juga: Unhas Gelar Seleksi Penerimaan Dosen Tetap non-PNS, Hasil Diumumkan 30 April
 
Salah satu teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh ITN Malang dan menarik perhatian Moeldoko adalah mesin pengupas kemiri. Dengan adanya mesin tersebut, dipastikan bisa membantu pelaku usaha skala kecil untuk proses produksi.
 
"Sebagai contoh pengupas kemiri, itu teknologi tepat guna yang sederhana, tapi membantu bagi masyarakat," imbuhnya.
 
Sementara itu, Rektor ITN Malang, Abraham Lomi menambahkan, pengembangan teknologi tepat guna seperti mesin pengupas kemiri tersebut dinilai mampu memberikan efisiensi bagi masyarakat yang memiliki usaha pada bidang tersebut.
 
Menurutnya, selain mampu memberikan efisiensi waktu, penggunaan mesin tersebut juga lebih aman bagi penggunanya. Diharapkan, jika nantinya teknologi tepat guna itu dipergunakan oleh masyarakat, bisa meningkatkan kapasitas atau skala bisnis pelaku usaha.
 
"Dengan adanya mesin itu, akan lebih mudah dan kapasitas menjadi lebih besar," katanya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif