Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.

PGRI Sebut Perlu Kajian Baru Rancang RUU Sisdiknas

Pendidikan pendidikan Kemendikbudristek PGRI RUU Sisdiknas
Ilham Pratama Putra • 29 April 2022 19:26
Jakarta: Pemerintah bakal mengintegrasikan Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU Pendidikan Tinggi, dan UU Guru dan Dosen dalam Rancangan Undang-Undang Sisdiknas (RUU Sisdiknas). Namun, RUU yang tengah dirancang itu dinilai perlu dikaji ulang.
 
"Perlu membuat kajian baru, perlu banyak melihat publik dan tidak tergesa-gesa," kata Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, dalam siaran YouTube bertajuk Pendidikan Karakter Utuh, Jumat, 29 April 2022.
 
Unifah menyebut pengkajian ulang perlu lantaran draf RUU Sisdiknas tidak transformasional. Dia menilai tiga UU yang diintegrasikan masih belum cukup memperbaiki kondisi pendidikan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiba-tiba dikatakan RUU Sisdiknas dikatakan transformasional, begitu dilihat hanya tiga UU, itu semakin mempersulit kondisi sebenarnya," kata dia.
 
Unifah ragu RUU Sisdiknas bakal ampuh. Sebab, dia menyebut kompleksitas dunia pendidikan tak selesai dengan mengintegrasikan tiga UU.
 
"Begitu kita tahu bahwa RUU Sisdiknas itu lucu-lucu mengatur, katanya pendekatan Omnibus Law, terus kita melihat hanya tiga, bagaimana mungkin?" tanya dia.
 
Unifah menuturkan selama ini pengaturan sistem pendidikan yang berkaitan dengan guru tidak hanya bergantung pada tiga UU tersebut. Dia mengatakan terdapat UU lain di kementerian dan lembaga yang mengatur.
 
"Kalau rekrutmen itu ada UU ASN. Terus gimana mendistribusikan guru itu diatur UU Pemda. Tapi begitu sertifikasi pakai UU Guru dan Dosen," tutur dia.
 
Baca: PGRI Menilai RUU Sisdikas Belum Transformasional
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif