Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Ahmad Yunus. Medcom.id/Pythag Kurniati.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Ahmad Yunus. Medcom.id/Pythag Kurniati.

UNS Siapkan Pilihan Uang Pangkal Nol Rupiah

Pendidikan Pendidikan Tinggi Jalur Mandiri
Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Juli 2019 07:07
Jakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pertegas komitmen sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ramah terhadap mahasiswa tidak mampu secara ekonomi. Salah satunya dengan membebaskan uang pangkal bagi mahasiswa tersebut, jika diterima di jalur seleksi mandiri UNS.
 
Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Ahmad Yunus mengatakan, mahasiswa yang diterima jalur mandiri dan tidak mampu secara ekonomi, tidak akan dibebani uang pangkal. Dengan catatan memang benar tidak mampu.
 
Untuk diketahui, sejak 2017 lalu Menristekdikti telah memberi restu kepada PTN untuk menarik uang pangkal dan pungutan di luar UKT. Izin tersebut diperkuat melalui Peraturan Menristekdikti nomor 39 tahun 2017 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemenristekdikti pasal 8 ayat 2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ayat tersebut berbunyi "Uang pangkal dan/atau pungutan lain selain UKT yang dikenakan kepada mahasiswa baru Program Diploma dan Program Sarjana yang melalui seleksi jalur mandiri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tetap memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya."
 
Yunus menambahkan, UNS merupakan salah satu PTN yang menerapkan uang pangkal dalam pembiayaan mahasiswa baru di jalur mandiri. Meski begitu, ditegaskan juga oleh Yunus, penetapan uang pangkal tidak lantas dipukul rata, melainkan mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua mahasiswa yang bersangkutan.
 
"Ujian mandiri kita ini kan ada sumbangan pengembangan institusi, itu mulai dari yang tidak mampu 0 rupiah yang mampu macam-macam ada yang Rp5 juta, ada Rp10 juta, Rp15 juta, Rp20 juta. Itu sukarela memilih sesuai dengan kondisi ekonominya," kata Yunus saat dihubungi medcom.id, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.
 
Ia menyebut hanya UNS yang memberlakukan pilihan pembiayaan uang pangkal 0 rupiah bagi calon mahasiswa dengan kekurangan ekonomi yang diterima melalui jalur mandiri. Lantaran, biasanya yang diterima jalur mandiri wajib membayar sejumlah uang yang sudah ditetapkan.
 
"Karena ini mandiri segala sesuatu harus ditopang sendiri, itu pun kita masih ada nol rupiah , universitas lain enggak ada, namanya mandiri harus kena sekian. Misalnya 25 juta semua 25 juta, kalau kami tidak," jelasnya.
 
Baca:Biaya Kuliah Jalur Mandiri UNS Rp5 Juta-21 Jutaan
 
Nantinya calon mahasiswa yang tidak dibebani uang pangkal akan terlebih dahulu diverifikasi. Apakah benar memilih 0 rupiah sesuai dengan data yang dimasukan, bahwa tidak mampu secara ekonomi.
 
"Kami kan punya data mereka, misalkan memilih nol rupiah kami telusuri ke keluarganya. Apa benar ini memang masuk dalam kategori miskin, kalau benar ya monggo memang nol kami tidak bisa memaksa," ungkapnya.
 
Ujian mandiri UNS dilaksanakan pada Minggu, 21 Juli 2019. Jumlah peserta ujian hampir mencapai 17 ribu orang.
 
Ujian Mandiridiselenggarakan secara serentak di UNS dan di tujuh kampus negeri yang sudah bermitra dengan UNS. Hasilnya akan diumumkan pada 31 Juli 2019.
 
Dikutip dari laman spmb.uns.ac.id, tercatat ada empat kategori Uang Sumbangan Institusi. Kategori I berisi nol rupiah. Sementara II dan III bervariasi tergantung prodi, dan kategori IV lebih besar dari kategori III dan diisi oleh calon mahasiswa.
 
Kategori II, uang pangkal terendah untuk jenjang sarjana program studi Pengelolaan Hutan dan Seni Rupa Murni, Rp5.000.000 dan tertinggi prodi Kedokteran Rp75.000.000. Sedangkan untuk D3, terendah Rp5.000.000 prodi Budidaya Ternak dan Seni Rupa Murni (Seni Lukis, Grafis, Patung, Keramik). tertinggi Rp10.000.000, prodi Akuntansi, Farmasi, Kebidanan.
 
Kategori III, tertinggi 100.000.000 Kedokteran. Terendah Rp 7.000.000 prodi Budidaya Ternak dan Seni Rupa Murni (Seni Lukis, Grafis, Patung, Keramik).
 
Untuk informasi lengkap, besaran Uang Sumbangan Institusi. Bisa dilihat di laman resmi UNS.
 
Terkait uang pangkal di Perguruan Tinggi Negeri Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Mohamad Nasir telah memberikan surat edaran. Di Surat itu tertuang, tarif uang pangkal dan atau pungutan lain selain UKT tetap memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa atau pihak lain yang membiayainya.
 
Kedua bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi tidak mampu, tidak dikenakan uang pangkal dan/atau pungutan lainnya selain UKT. Kemudian ketiga tarif uang pangkal dan atau pungutan lainnya selain UKT ditentukan berdasarkan prinsip kewajaran, profesional, dan berkeadilan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif