Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Ali Ramdhani. Dok Kemenag.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Ali Ramdhani. Dok Kemenag.

Dosen PTKI Diminta Lebih Produktif dan Inovatif

Pendidikan kementerian agama Perguruan Tinggi PTKI
Arga sumantri • 23 November 2021 10:39
Jakarta: Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diminta lebih produktif dan inovatif sehingga Indonesia bisa menjadi rujukan keilmuan. Harapan ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani saat membuka Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2022.
 
Ramdhani mendorong agar cendekiawan muslim PTKI mampu bersaing memproduksi gagasan genuine dan inovatifnya bagi dunia Islam dan internasional. Ia berharap akademisi muslim tidak terjebak pada ruang teoritical lama yang sudah tidak relevan.
 
"Kita perlu melakukan aktivitas-aktivitas ilmiah yang kolaboratif, salah satunya tentang distingsi PTKIN dan upaya mengawinkan ilmu-ilmu pengetahuan umum, ilmu pengetahuan sains dan agama, lalu bagaimana kita dapat membangun konsep hidup dalam satu tarikan nafas, bagaimana agama dan kebangsaan itu terwujud dari nilai-nilai kemasyarakatan," ujar Ramdhani mengutip siaran pers Kemenag, Selasa, 23 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guru Besar UIN Bandung ini mengingatkan perlu menanamkan growth mindset untuk melakukan perubahan. Terutama, dalam membaca konteks kekinian, sehingga mampu memproduksi pemikiran yang relevan. Ramdhani menyatakan peneliti PTKI tidak akan mampu menjadi leader jika terus mengikuti standarisasi pola berpikir negara tertentu. 
 
"Harapan saya ibu bapak, jangan terjebak pada teori-teori yang sudah ada. Kita adalah produk-produk orang yang berakal, dan memproduksi sesuatu hal yang baru. Mari kita terobos, percayalah pada saya bahwa hari ini kita perlu mengubah sesuatu hal. Ada yang disebut dengan growth mindset, everything can change, IQ can change," jelasnya.
 
Baca: Mengungkap Metode Eksperimen Alami Pemenang Nobel Ekonomi 2021
 
Direktur PTKI Suyitno melaporkan bahwa tugas pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen PTKI sudah menunjukkan hasil maksimal. Bahkan dalam hal publikasi karya internasional, sivitas akademika PTKI sudah berhasil menembus penerbit internasional.
 
Menurut dia, keberhasilan sejumlah dosen PTKI menembus publikasi internasional patut disyukuri. Ini bagian upaya mengeksplorasi gagasan sehingga menjadi referensi dunia. 
 
"Salah satu concern kita yang diangkat adalah, sesuai tema memproduksi karya PTKI menguatkan moderasi beragama. Kita punya distingsi terhadap kajian Islamic Studies dan Sains, seharusnya tema riset ke depan ini sudah bersentuhan dengan tema ini," tutur Suyitno.
 
Suyitno menyatakan ACRP merupakan ajang yang menginspirasi. Ia pun meminta agar para Dosen PTKI tidak merasa inferior terhadap kekayaaan karya intelektual yang sudah dimiliki. Apalagi, sudah banyak karya ilmiah yang terindeks Scopus dan terpublikasikan secara masif di media. Ia juga mendorong hasil riset PTKIN diberikan afirmasi dan kebijakan anggaran yang semestinya.
 
Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2022 digelar pada 22 - 24 November 2021. Sebanyak 996 proposal nominee akan dipresentasikan di hadapan sejumlah reviewer terpilih dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Selama tiga hari, para nominee akan bersaing ketat untuk mendapatkan bantuan Litapdimas dari Kemenag.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif