Temuan itu muncul setelah pihaknya melakukan survei pada 10.601 PAUD di 514 kabupaten seluruh Indonesia. 19,3 persen responden menyebut internet yang tidak stabil menjadi hambatan selama pembelajaran jarak jauh saat pandemi.
"Kendala terbesar yang dihadapi adalah jaringan internet tidak stabil. Ini terjadi di mana-mana," kata Hasbi dalam Konferensi video, 'Webinar Majelis Dikdasmen PP Asyiyah', Senin, 11 Mei 2020.
Kendala internet ternyata tak hanya terjadi di daerah terpencil. Buruknya internet terjadi di kota-kota besar di Indonesia. "Bahkan di kota-kota besar. Apalagi di daerah yang letak geografis dan aksesnya tidak memadai. Tentu ini menjadi hambatan tersendiri," tambahnya.
Kendala terbesar kedua adalah minimnya kemampuan orang tua dalam menggunakan teknologi informasi. Sekitar 16,8 responden mengakui minimnya kemampuan mereka tersebut.
Baca juga: Gaji 49% Guru PAUD Terkendala Selama Pandemi
Selanjutnya, 15,4 persen responden mengungkapkan, kendala PJJ ada pada keterbatasan bahan ajar daring maupun biayanya. Tak sedikit mereka yang menyatakan tidak mampu membeli pulsa data untuk akses internet.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Wakil Menteri Pendidikan yang juga Pakar PAUD, Fasli Jalal menambahkan, bahwa persoalan akses internet sebagai penunjang PJJ di masa pandemi ini harus menjadi perhatian orang tua. Bagaimana pun juga orang tua harus dapat berkreasi antara kegiatan belajar dengan bermain, agar anak dapat menjalani PJJ-nya dengan baik.
"Dengan anak yang senang, maka pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini juga akan optimal. Biarkan anak mengeksplorasi diri melalui kegiatan belajar dan bermain, peran orang tua sangat penting menyukseskan kegiatan belajar jarak jauh ini," terang Rektor Universitas Yarsi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News