Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Intan Yunelia.
Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Intan Yunelia.

Mendikbud Minta Hapus Ketentuan Akreditasi di SNMPTN

Pendidikan SNMPTN/SBMPTN 2019
Intan Yunelia • 31 Januari 2019 12:58
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta sistem kuota penerimaan siswa berdasarkan akreditasi sekolah lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dihapuskan. Menurutnya semua siswa berhak mendapatkan kesempatan yang sama dari mana pun sekolah asalnya.
 
"Saya minta dan semoga ditindaklanjuti, semoga tidak ada lagi akreditasi A,B, dan C itu (dalam SNMPTN). Yang ada nanti Akreditasi dan Nonakreditasi," kata Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
 
Sistem jatah kuota siswa SNMPTN ini juga dinilai tidak selaras dengan semangat sistem zonasi untuk pemerataan kualitas pendidikan. Semestinya penerimaan SNMPTN menggunakan data tunggal siswa yang saat ini masih dirumuskan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (kemenkeu) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang semestinya nggak ada kuota (penjatahan kuota sekolah akreditasi). Semua sekolah sekarang punya peluang," ujar Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
 
Jika sistem akreditasi sekolah A, B, dan C ini dihapuskan, maka Kemendikbud dapat lebih fokus membenahi sekolah-sekolah yang belum terakreditasi. Jika semua sekolah sudah terakreditasi maka jalur SNMPTN ini bisa menggunakan nilai rapor siswa dan prestasi di bidang lainnya.
 
"Sekarang sudah mulai nilai rapor diperhatikan," tutup Muhadjir.
 
Baca:955.474 Siswa Selesai Verifikasi Data di PDSS
 
Untuk diketahui, hasil penutupan verifikasi data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)) final, sampai dengan 30 Januari 2019 sebanyak 995.781 siswa. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 648.104 siswa.
 
"Dibandingkan dengan data 29 Januari juga ada kenaikan 307 siswa," kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Ravik Karsidi.
 
Setelah penutupan, masih ada satu tahap lagi agar siswa resmi menjadi pendaftar SNMPTN 2019, yakni tahap pemeringkatan. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan prestasi akademik yang dilakukan LTMPT.
 
Siswa yang memenuhi syarat diizinkan untuk mendaftar SNMPTN 2019 dengan ketentuan akreditasi SekolahA yaitu 40 % terbaik di sekolahnya, akreditasi B 25 % terbaik di sekolahnya, dan Akreditasi C dan lainnya 5 % terbaik di sekolahnya.
 
"Siswa yang masuk peringkat terbaik di sekolahnya berdasarkan kuota akreditasi tersebut baru boleh daftar," kata Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto, kepada Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi