Ilustrasi PTM. Branda Antara
Ilustrasi PTM. Branda Antara

Disosialisasikan Sembarang Orang, Kurikulum Merdeka Bisa Terdistorsi

Pendidikan pendidikan Kurikulum Kurikulum Merdeka
Ilham Pratama Putra • 05 Mei 2022 09:42
Jakarta: Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menilai Kurikulum Merdeka sudah mengalami distorsi. Hal itu lantaran sosialisasi, desiminasi, dan pelatihan Kurikulum Merdeka dapat dilakukan siapa saja.
 
"Kalau sekarang orang atau lembaga mereka punya otoritas untuk memberikan pelatihan Kurikulum Merdeka. Ini kami rasa berbahaya, karena ini akan terjadi distorsi nanti," kata Satriwan kepada Medcom.id, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Satriwan menyebut distorsi itu bisa membuat implementasi Kurikulum Merdeka gagal. Sebab, kerangka serta cara berpikir yang telah dibuat Kemendikbudristek tidak dapat diterima dengan baik di masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat ada distorsi. Jadi, paradigma Kurikulum Merdeka dari pusat, tapi sampai ke level guru saat ada desiminasi kurikulum atau sosialisasi kurikulum atau pelatihan kurikulum ini yang sampai itu lain," tutur dia.
 
Dia meminta regulasi terkait desiminasi, sosialisasi, dan pelatihan Kurikulum Merdeka diatur ketat. Satriwan mengingatkan kegagalan implementasi Kurikulum 2013 bisa terulang kembali.
 
"Karena itu kami meminta semestinya regulasi dulu, baru implementasi. Kalau sekarang kan terbalik-balik. Sama dengan Kurikulum 2013 juga begitu, jadi kami berharap jangan mengulangi kekeliruan diimplemantasi Kurikulum Merdeka," tutur dia.
 
Baca: Kurikulum Merdeka Dinilai Bakal Sukses Jika Libatkan 7 Aktor Pendidikan
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif