Ilustrasi buku. Medcom.id
Ilustrasi buku. Medcom.id

Apa Itu Objek Kajian Sosiologi? Simak Pengertian, Jenis, dan Unsur

Medcom • 07 April 2022 20:51
Jakarta: Setiap ilmu pengetahuan pasti memiliki objek kajian masing-masing, tak terkecuali sosiologi. Sosiolog asal Uni Soviet, Pitirim Sorokin, mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara beragam gejala sosial.
 
Kajian sosiologi berfokus pada struktur kelompok sosial, organisasi, masyarakat, dan cara berinteraksi, sebagaimana dituturkan American Sociological Association. Dengan kata lain, objek kajian sosiologi mencakup kehidupan manusia, proses interaksi manusia di dalam masyarakat, serta hasil dari interaksi sosial tersebut.

Jenis-jenis objek kajian sosiologi

Dikutip dari Akupintar, terdapat dua jenis objek kajian sosiologi, yaitu objek material dan formal. Lantas, seperti apa perbedaannya? Berikut ulasannya:

1. Objek material

Jenis objek kajian sosiologi yang pertama ialah material. Hal yang termasuk objek material, yakni segala sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat, baik fisik maupun non-fisik.
 
Termasuk, semua hal yang berpengaruh pada kehidupan sosial manusia, seperti gejala sosial dan asosiasinya dengan hubungan bermasyarakat. Seluruh peristiwa yang memunculkan interaksi, baik antar individu, kelompok, atau antara individu dengan kelompok juga termasuk dalam objek material sosiologi.

2. Objek formal

Sebagai pelengkap, objek formal sosiologi hadir untuk menelaah korelasi dari setiap interaksi yang terjadi pada masyarakat. Objek formal berfokus pada cara pandang yang digunakan sebagai kacamata dalam memahami manusia sebagai makhluk sosial.

Unsur dalam objek kajian sosiologi

Berdasarkan definisi di atas, diketahui setidaknya terdapat lima unsur yang termasuk dalam objek kajian sosiologi. Kelimanya ialah sebagai berikut:

1. Masyarakat

Sosiologi mendefinisikan manusia sebagai makhluk sosial yang secara kodrat tidak dapat bertahan hidup sendirian, sehingga dukungan dari orang lain menjadi hal yang sangat penting.

Oleh karena itu, terbentuklah sekumpulan orang yang bentuk hubungannya terstruktur, mendiami satu wilayah tertentu, serta saling berinteraksi yang lantas memunculkan nilai dan norma sosial di dalamnya.

2. Interaksi sosial

Selagi ada masyarakat, maka interaksi sosial akan selalu eksis. Dalam hal ini, interaksi tidak terbatas pada sesama individu atau antarkelompok saja.
 
Hubungan yang terjalin antara kelompok dengan individu pun termasuk dalam interaksi sosial. Umumnya, keberlangsungan ikatan ini mengacu pada nilai dan norma sosial masyarakat setempat.

3. Sosialisasi

Sosialisasi merupakan proses individu beradaptasi dan mempelajari kebiasaan, nilai, serta norma dari kelompok sosial tempatnya bermukim. Proses ini dapat membentuk karakter yang responsif terhadap masyarakat, serta aktif secara sosial.

4. Nilai

Nilai merupakan asumsi-asumsi yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Selain diyakini, standar budaya ini juga turut dijadikan kontrol sosial bagi seluruh anggota masyarakat.
 
Nilai sosial dari satu kelompok tentu berbeda dengan kelompok lainnya. Untuk itu, setiap individu perlu memiliki nilai pribadi masing-masing.

5. Norma

Sama seperti nilai, norma juga diperlukan dalam menata perilaku masyarakat. Bedanya, norma lebih mengarah ke larangan atau perintah akan hal yang baik dan buruk menurut kelompok tertentu.
 
Sehingga, di dalam norma, terdapat nilai-nilai yang diamini. Kemudian, dijadikan standar perilaku ideal dari seseorang.
 
Demikianlah pembahasan mengenai objek kajian sosiologi. Mulai dari pengertian, jenis-jenis, dan unsur yang terdapat di dalamnya. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Sosiologi UI Buka Peluang Mahasiswa S1 Jadi Peneliti
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan