Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, bertemu dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. DOK BRIN
Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, bertemu dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. DOK BRIN

Dubes India Temui Kepala BRIN Bahas Bandar Antariksa Hingga Riset Oseanografi

Pendidikan India indonesia-india Antarktika BRIN
Renatha Swasty • 29 April 2022 10:49
Jakarta: Duta Besar India untuk Indonesia, Manoj Kumar Bharti, bertemu dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. Pertemuan membahas
kerja sama dalam kegiatan sains dan teknologi.
 
“Selamat kepada BRIN yang telah mengkonsolidasikan semua kegiatan riset di bawah satu lembaga. Bisa dibayangkan betapa besar organisasi itu,” kata Manoj dikutip dari laman brin.go.id, Jumat, 29 April 2022.
 
Manoj mengajak Indonesia mengadakan Joint Committee Meeting mengenai sains dan teknologi. Kegiatan tersebut seharusnya sudah dilakukan sebagai tindak lanjut MoU yang disepakati sejak 2018. Namun, tertunda karena pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya ingin mengajak untuk kembali mengadakan Joint Committee Meeting. Ini akan menjadi langkah maju yang sangat baik dan saya ingin berhubungan langsung untuk mempercepat progres pelaksanaan pertemuan tersebut,” kata Manoj.
 
Pada Presidensi G20, Indonesia telah memutuskan tiga pilar. Ketiganya berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni teknologi digital, energi baru terbarukan, dan perawatan kesehatan. Manoj berharap Joint Committee Meeting dapat terlaksana sebelum puncak KTT G20 pada November 2022.
 
“Kami juga mengharapkan Perdana Menteri kami untuk berkunjung dalam pertemuan puncak KTT G20 pada November. Jadi, saya yakin ketika ia datang ke sini, kita akan memiliki lebih banyak interaksi secara bilateral juga,” tutur dia.
 
Manoj menyebut terdapat sekitar 15 MoU antara Indonesia-India. Dia mengakui tidak semua kesepakatan relevan dengan BRIN.
 
Namun, salah satu kerja sama yang sedang berjalan, yaitu bidang antariksa atau luar angkasa. Khususnya tentang peningkatan peralatan baru untuk stasiun luar angkasa.
 
Manoj juga menanyakan mengenai progres pembangunan dan pengembangan Bandar Antariksa di Biak. India melalui Indian Space Research Organisation (ISRO) berharap dapat berdiskusi dan membantu BRIN dalam program peluncuran satelit di Indonesia ke depan.
 
“Ini akan menjadi langkah yang sangat penting dan akan sangat membantu kami dalam mengkoordinasikan kegiatan dan pelacakan satelit, pengunduhan informasi, pengunggahan informasi,” tutur dia.
 
Manoj juga mengusulkan untuk melakukan interaksi penelitian ilmiah tentang oseanografi di kawasan Indo Pasifik. Dia berharap BRIN dapat mengadakan lokakarya tentang aliran arus laut di wilayah Indo Pasifik.
 
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko setuju segera membentuk Joint Committee Meeting sebagai tindak lanjut kesepakatan antarpemerintah. Dia mengusulkan pertemuan dapat diselenggaran pada Oktober 2022.
 
Dia menuturkan pada bulan tersebut juga ada rangkaian acara Presidensi Indonesia dalam KTT G20. Yaitu pertemuan pemimpin ekonomi antariksa.
 
“Kami mengharapkan Menteri Sains dan Teknologi India untuk menghadiri pertemuan itu,” ucap dia.
 
Handoko menyebut pihaknya juga sangat menghargai untuk membantu kerja sama dengan ISRO. Handoko ingin kerja sama lebih diperluas.
 
Dia mengatakan tahun ini BRIN berencana memiliki program yang lebih besar dan lebih terintegrasi untuk program luar angkasa. Salah satu rencana BRIN ialah mengembangkan fasilitas peluncuran satelit di bandar antariksa dan salah satu kandidat lokasi yang kuat ada di Biak. BRIN juga bakal melibatkan pengembangan teknologi roket untuk peluncuran yang lebih kecil atau semacamnya.
 
“Kami sangat senang mengundang beberapa calon mitra dari India untuk bergabung dalam inisiatif ini, maka tentu saja salah satu bagian yang paling potensial adalah ISRO,” tutur dia.
 
Sementara itu, terkait penelitian ilmiah arus laut di kawasan asia pasifik, Handoko menyebut sebenarnya saat ini pihaknya sedang memperkuat riset kelautan. Hal itu dilakukan BRIN dengan mengintegrasikan banyak kapal riset.
 
“Jadi, sekarang kami memiliki setidaknya lima armada kapal riset. Mungkin kami akan memiliki satu lagi yang baru datang dalam waktu dua tahun dari sekarang,” tutur dia.
 
Handoko menjelaskan BRIN membuka semua kapal riset sebagai platform global yang dapat diakses oleh seluruh periset. “Saya pikir ini peluang yang sangat menarik untuk semua orang termasuk mitra dari India yang saya yakini untuk bergabung dengan kami dan bekerja sama,” ucap dia.
 
Baca: Presidensi G20, Momentum BRIN Bentuk Platform Terbuka Riset dan Inovasi di Tingkat Global
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif