Kampus UGM. Foto: Dok. UGM
Kampus UGM. Foto: Dok. UGM

Gagal di UTBK-SBMPTN? Intip Kesempatan di Jalur Mandiri di UGM, Yuk!

Citra Larasati • 18 Mei 2022 17:57
Jakarta: Peserta yang belum berhasil lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2022 tak perlu berkecil hati. Para calon mahasiswa tetap dapat masuk PTN lewat jalur Mandiri.
 
Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya. Kampus yang berdiri di Yogyakarta ini membuka sejumlah jalan masuk melalui jalur mandiri.
 
"Jalur mandiri kita bagi dua kelompok besar, yaitu jalur prestasi dan jalur Computer Based Test (CBT)," kata Rektor UGM, Panut Mulyono dalam siaran instagram @beasiswaosc, dikutip Rabu 18 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk yang mengikuti CBT, para peserta harus memiliki nilai UTBK-SBMPTN. Kedua nilai itu nantinya akan dikombinasikan. 
 
"Jadi kalau tidak ikut UTBK maka tidak bisa ikut jalur mandiri yang CBT ini," terang Panut.
 
Sementara itu untuk jalur mandiri prestasi, pihaknya telah mulai melakukan seleksi melalui program penelusuran bibit unggul. 

Berikut empat Program Penelusuran Bibit Unggul UGM 2022:

  • Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM)

    Jalur seleksi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian UGM terhadap siswa dengan kemampuan akademik tinggi tetapi kurang beruntung secara ekonomi dengan kriteria:
  1. Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), atau keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau dari panti sosial/panti asuhan, atau dari keluarga yang masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  2. Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali (suami istri) maksimal sebesar Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah) per bulan dan/atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) setiap bulannya
  3. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4)
Mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi ini akan memperoleh beasiswa UKT selama 8 semester, apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan akan dievaluasi setiap tahun.
  • Penelusuran Bibit Unggul Kemitraan (PBUK)

    Jalur seleksi ini ditujukan bagi putra-putri daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam pembangunan, diusulkan dan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda)/institusi pemerintah dan/atau perusahaan yang kredibel sebagai bentuk kepedulian UGM terhadap pembangunan SDM.  Program kemitraan ini mensyaratkan adanya Nota Kesepahaman (MoU)/perjanjian kerja sama antara mitra dengan UGM. Mitra yang dimaksud dalam program ini adalah Pemda/institusi pemerintah dan/atau perusahaan yang sudah melakukan kerja sama di bidang Tridarma Perguruan Tinggi (pendidikan/penelitian/pengabdian kepada masyarakat).
  • Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB)

    Jalur seleksi ini diperuntukkan bagi siswa pemenang/juara lomba di bidang Olahraga, Seni, dan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi; sesuai program studi yang dipilih) baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional dan/atau yang setara. 
  • Penelusuran Bibit Unggul SMA/MA/SMK (PBUSMAK) khusus Sarjana Terapan Sekolah Vokasi

    Jalur seleksi ini merupakan seleksi bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA melalui seleksi prestasi akademik sebagai upaya untuk menjaring calon mahasiswa UGM yang memiliki kemampuan akademik, ketrampilan dan kematangan pribadi, yang ditunjukkan dengan prestasi yang telah dicapai di Sekolah. Siswa/siswi yang diusulkan merupakan 25 persen siswa terbaik di kelas reguler pada semester satu sampai semester lima atau semester satu sampai semester tujuh bagi SMK empat tahun, dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah.
"Untuk penelurusan bibit unggul tidak mampu ini siapa saja bisa mendaftar. Persyaratannya di-upload dalam pendaftaran itu penghasilan orang tua, kondisi rumah dan sebagainya. Itu kemudian kami verifikasi apakah betul yang bersangkutan tidak mampu. Nanti setelah diterima jadi kewajiban UGM untuk memberikan beasiswa," terang Panut.
 
Kemudian jalur penelusuran bibit unggul berprestasi. Peserta yang ingin mencoba jalur ini mesti menyertakan bukti prestasi yang tersertifikasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas Kemendikbudristek) maupun perlombaan bergengsi tingkat nasional atau internasional.
 
"Artinya bisa prestasi olahraga, seni, olimpiade fisika, meraih emas di olimpiade. Ini juga berlaku untuk yang vokasi," jelasnya.
 
Selain itu terdapat juga jalur mandiri kemitraan. Di mana pendaftar sudah dijamin oleh industri atau instansi tertentu untuk berkuliah di UGM.
 
"Mitra ini industri entah Pemda atau institusi apa dia mengirimkan anak-anak yang baik dari SMA atau SMK. Kemudian UKT-nya dijamin oleh mitra itu," pungkas Panut.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif