Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Wartanto. Tangkapan layar.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Wartanto. Tangkapan layar.

Kemendikbudristek: Banyak Pengangguran karena Tak Memenuhi Kompetensi DUDI

Ilham Pratama Putra • 30 September 2021 20:47
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menilai masih banyak lulusan usia produktif yang masih menganggur. Rentang usia pengangguran di Indonesia yang terbesar adalah usia 17 hingga 25 tahun.
 
Menurut Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek, Wartanto, lulusan dengan kualifikasi umur tersebut masih belum memiliki kompetensi yang cukup. Akhirnya, tak ada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menyerap mereka.
 
"Anak-anak ini kompetensinya tidak sesuai kebutuhan DUDI," kata Wartanto dalam silaturahmi Merdeka Belajar, Kamis, 30 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, faktor lainnya ialah akibat fenomena pandemi covid-19. DUDI disebut tak lagi membutuhkan sumber daya manusia yang banyak karena disrupsi teknologi. "Tapi kita tetap prihatin untuk ini," ujarnya.
 
Baca: UI Tawarkan Perkuliahan Online Bidang Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
 
Wartanto mengatakan, pemerintah berupaya menjembatani lulusan tersebut untuk mampu terserap oleh DUDI. Salah satunya, dengan membuka pelatihan berbasis online lewat platform AyoKursus.
 
"Kita buat AyoKursus itu, untuk ditingkatkan komptensinya, diberi keterampilan baru yang sesuai kebutuhan industri, agar mereka punya harapan untuk masuk ke DUDI," terang Wartanto.
 
Selain itu, kata dia, di AyoKursus para lulusan tak hanya diarahkan dan dilatih menjadi pekerja. Namun, juga wirausahawan.
 
"Ini agar pengangguran lulusan anak bisa ditekan. Meningkatkan jumlah wirausaha dan keterserapan anak untuk bekerja," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif