Program ini merupakan persiapan selama satu semester penuh, ketika dosen akan ‘digembleng’ terlebih dahulu sebelum benar-benar masuk ke bangku perkuliahan. Mulai dari penguatan teori, metodologi penelitian, penulisan ilmiah, hingga penyusunan proposal riset.
Beasiswa ini juga hadir sebagai jawaban atas kesenjangan kualitas tenaga pengajar antara daerah maju dan daerah tertinggal. Dengan membekali dosen-dosen di daerah afirmasi dengan ilmu dan kesiapan akademik yang lebih kuat, pemerintah berharap kualitas pendidikan tinggi di seluruh penjuru Indonesia bisa semakin merata dan setara.
Bagi Sobat Medcom yang tertarik mendaftar program beasiswa ini, yuk simak informasi lengkapnya berikut ini:
Apa Itu Beasiswa Pra-Doktoral?
Mengutip Juknis Pelaksanaan Beasiswa Pra-Doktoral 2026, Beasiswa Pra-Doktoral adalah program belajar selama satu semester atau sekitar 6 bulan yang disiapkan khusus untuk dosen dari daerah tertinggal yang ingin lanjut kuliah S3, tetapi merasa perlu mempersiapkan diri lebih matang terlebih dahulu.Selama satu semester, peserta akan belajar di perguruan tinggi penyelenggara terkemuka di dalam negeri, mengikuti matrikulasi bidang Sains Dasar dan Keteknikan, memperkuat kemampuan riset dan penulisan ilmiah, hingga mulai menyusun proposal penelitian doktoral. Setelah program selesai, peserta diwajibkan langsung mendaftar ke program S3 di perguruan tinggi yang sama.
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Program ini khusus untuk dosen tetap di lingkungan Kemdiktisaintek yang mengajar di perguruan tinggi di daerah afirmasi atau daerah tertinggal, mengajar mata kuliah Sains Dasar dan Keteknikan, dan belum memiliki gelar Doktor (S3).Syarat Pendaftaran Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftar:- Pendaftar harus berstatus dosen tetap di perguruan tinggi yang berlokasi di daerah afirmasi (daerah tertinggal) dan mengajar mata kuliah Sains Dasar atau Keteknikan
- Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan KTP atau paspor yang masih berlaku
- Berusia maksimal 49 tahun dihitung per tanggal 31 Desember pada tahun pendaftaran
- Memiliki Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang sudah terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)
- Sudah lulus S2 (Magister) dibuktikan dengan ijazah magister. Jika ijazah dari luar negeri, harus melampirkan SK Penyetaraan Ijazah dari Kemdiktisaintek
- Belum memiliki gelar S3 dan tidak sedang kuliah S3 di mana pun
- Harus melampirkan surat izin resmi dari Rektor atau Wakil Rektor yang membidangi SDM di kampus asal
- Menulis surat pernyataan diri, maksimal satu halaman, font Times New Roman 12, spasi 1 yang berisi latar belakang akademik, rekam jejak penelitian, motivasi mendaftar, relevansi penelitian dengan pembangunan Indonesia, dan rencana karir setelah lulus
- Menyiapkan tema atau judul penelitian S3 yang ingin diambil, dilengkapi abstrak minimal 250 kata
- Pendaftar Surat pernyataan bermeterai Rp10.000 yang menyatakan komitmen dan kesanggupan mengikuti seluruh aturan program
- Melampirkan surat keterangan sehat dari instansi kesehatan pemerintah, baik puskesmas atau rumah sakit pemerintah
- Tidak boleh menerima beasiswa lain untuk program sejenis
Fasilitas yang Diberikan Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Dalam dokumen juknis tidak disebutkan nominal angka pasti untuk biaya hidup dan biaya buku, keduanya disebut ‘sesuai standar Direktorat Sumber Daya’ yang ditetapkan setiap tahun. Namun, komponen dana yang ditanggung pemerintah cukup lengkap, mencakup:- Biaya pendidikan, meliputi seluruh biaya kuliah yang ditanggung sesuai tagihan dari perguruan tinggi penyelenggara, termasuk biaya pelatihan, tes TOEFL, dan Tes Potensi Akademik (TPA)
- Biaya hidup bulanan yang diberikan setiap bulan selama satu semester mengikuti standar resmi Direktorat Sumber Daya Kemdiktisaintek
- Biaya buku bulanan untuk pembelian buku dan bahan referensi akademik, sesuai standar Direktorat Sumber Daya
- Biaya transportasi dari daerah asal ke kota tempat perguruan tinggi penyelenggara, ditanggung satu kali pergi dan satu kali pulang
- Biaya tambahan lain yang relevan dan mendapat persetujuan dari Ditjen Dikti
Cara Mendaftar Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Pendaftaran dilakukan melalui empat langkah mudah:- Baca dan pahami seluruh Petunjuk Teknis (Juknis) Beasiswa Pra-Doktoral sebelum mendaftar agar tidak ada syarat yang terlewat
- Daftar ke perguruan tinggi penyelenggara dengan memilih maksimal dua perguruan tinggi penyelenggara yang dituju dan daftar sesuai persyaratan yang ditetapkan masing-masing kampus
- Lakukan pendaftaran beasiswa secara online melalui tautan kualifikasikti.kemdiktisaintek.go.id
- Ikuti dan penuhi seluruh proses seleksi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi penyelenggara yang dituju
Proses Seleksi Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Ada tiga tahap seleksi yang harus dilalui sebelum ditetapkan sebagai penerima beasiswa:- Seleksi akademik oleh pihak perguruan tinggi penyelenggara
- Seleksi administrasi, yaitu pengecekan kelengkapan dan keabsahan seluruh dokumen persyaratan
- Seleksi substansi atau wawancara, untuk menilai kesiapan akademik, rencana penelitian, dan motivasi calon penerima.
Kewajiban Penerima Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Setelah menyelesaikan program satu semester, penerima beasiswa punya beberapa kewajiban penting:- Wajib mendaftar ke program S3 di perguruan tinggi penyelenggara yang sama, paling lambat satu tahun setelah program selesai
- Wajib menyerahkan laporan kegiatan, proposal riset yang sudah disusun, dan sertifikat penyelesaian program dari perguruan tinggi
- Wajib mengikuti tracer study yang dikelola Direktorat Sumber Daya untuk memantau perkembangan alumni
Sanksi Beasiswa Pra-Doktoral 2026
Penerima beasiswa dapat dibatalkan statusnya dan dikenai sanksi pengembalian seluruh dana ke kas negara jika berhenti tanpa alasan jelas atau terlibat tindakan melanggar hukum. Sanksi tegas ini juga berlaku bagi peserta yang menerima beasiswa ganda (double funding) atau gagal menyelesaikan program akibat kelalaian sendiri.Sobat Medcom, itulah informasi mengenai Beasiswa Pra-Doktoral 2026. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda