Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Dokumentasi pribadi
Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim. Dokumentasi pribadi

Organisasi Guru Kritisi Pola Komunikasi Nadiem

Pendidikan Berita Kemendikbud
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Mei 2020 19:43
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSFGI) Satriwan Salim menyebut pola komunikasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim belum optimal selama satu semester terakhir. Akibatnya, banyak kebijakan di lapangan tidak sesuai, bahkan membingungkan.
 
Satriwan mencontohkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam program Merdeka Belajar yang bisa cukup satu lembar. Tetapi, guru justru memahami kebijakan itu kalau RPP wajib satu lembar. Situasi ini, kata dia, terjadi karena kurang intensnya komunikasi Nadiem dengan daerah.
 
"Ada kegagalan komunikasi pemerintah pusat dengan daerah, dengan guru. Mestinya komunikasi diperbaiki," kata Satriwan dalam diksusi daring bertajuk Evaluasi Kebijakan Pendidikan Nasional, Rabu, 20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia pun meminta Nadiem lebih intens berkomunikasi dengan kepala daerah, dinas pendidikan, juga organisasi guru, agar kebijakan yang dikeluarkan bisa diterima dengan baik. Sebagai menteri 'milenial', kata dia, Nadiem seharusnya bisa lebih luwes dalam menjalin komunikasi.
 
"Kelompok milenial kan terbuka, tranparan, suka dialog, harapannya seperti itu, gaya-gaya milenial itu dipraktikan. Karena supaya infromasi sampai ke guru-guru, yang diharapkan terjadi di lapangan," terangnya.
 
Baca:Survei IGI: Kinerja Kemendikbud Era Nadiem Biasa Saja
 
Selain pola komunikasi, Satriwan juga menilai program Merdeka Belajar yang diusung Nadiem belum berjalan dengan baik. Menurutnya, ini terjadi karena tidak ada filosofi yang jelas, pahitnya cuma sebatas jargon.
 
"Bahaya sekali kalau pendidikan tidak ada filosofinya yang ada hanya jargon. Jadi kami melihat ini jargon, sesuatu yang enak didengar, mudah diingat, populis, tapi tidak pernah disampaikan filosofinya," ujarnya.
 
Menurut Satriwan, Nadiem harus segera menyusun naskah akademik Merdeka Belajar agar bisa dibaca guru, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif