Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Tangkapan layar konferensi video.
Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. Tangkapan layar konferensi video.

IGI: Penundaan Tahun Ajaran Baru untuk Tingkatkan Kapasitas Guru

Ilham Pratama Putra • 04 Juni 2020 20:35
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, berkukuh meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menunda tahun ajaran baru hingga Januari 2021. Menurutnya, penundan itu berguna untuk meningkatkan kemampuan guru.
 
"Kita ingin ada ruang untuk guru guru, kita masukan 'bengkel' dulu. Kemudian bisa menjalankan proses pendidikan dengan baik," kata Ramli, dalam konferensi video, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Menurut Ramli, hal yang paling mendasar untuk dibenahi adalah kemampuan guru dalam menggunakan teknologi. Ia mencatat, sekitar 60 persen guru kemampuan teknologinya masih buruk.

"Sedangkan kita ingin memajukan kemampuan digitalisasi sekolah," tambah dia.
 
Baca: FSGI Tagih Janji Kemendikbud Soal Keputusan Membuka Sekolah
 
Ramli memprediksi penerapan pembelajaran daring akan berlangsung lama. Bahkan, belum tentu saat Januari 2021 sekolah layak untuk membuka pembelajaran tatap muka.
 
"Jadi guru dipaksa supaya mereka bisa siap di Januari 2021, siap menjalankan pembelajaran," terangnya.
 
Selama masa penundaan, kata dia, pemerintah bisa lebih fokus menyediakan infrastruktur penunjang pembelajaran jarak jauh, utamanya internet di daerah yang masih belum terjangkau. Penundaan diperlukan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah pendidikan.
 
"Karena yang ingin kita sasar adalah menyediakan pendidikan yang baik juga kepada siswa. Membentuk generasi yang lebih baik," ujar Ramli.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan