"Kita ingin ada ruang untuk guru guru, kita masukan 'bengkel' dulu. Kemudian bisa menjalankan proses pendidikan dengan baik," kata Ramli, dalam konferensi video, Kamis, 4 Juni 2020.
Menurut Ramli, hal yang paling mendasar untuk dibenahi adalah kemampuan guru dalam menggunakan teknologi. Ia mencatat, sekitar 60 persen guru kemampuan teknologinya masih buruk.
"Sedangkan kita ingin memajukan kemampuan digitalisasi sekolah," tambah dia.
Baca: FSGI Tagih Janji Kemendikbud Soal Keputusan Membuka Sekolah
Ramli memprediksi penerapan pembelajaran daring akan berlangsung lama. Bahkan, belum tentu saat Januari 2021 sekolah layak untuk membuka pembelajaran tatap muka.
"Jadi guru dipaksa supaya mereka bisa siap di Januari 2021, siap menjalankan pembelajaran," terangnya.
Selama masa penundaan, kata dia, pemerintah bisa lebih fokus menyediakan infrastruktur penunjang pembelajaran jarak jauh, utamanya internet di daerah yang masih belum terjangkau. Penundaan diperlukan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah pendidikan.
"Karena yang ingin kita sasar adalah menyediakan pendidikan yang baik juga kepada siswa. Membentuk generasi yang lebih baik," ujar Ramli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News