Mendikbudristek, Nadiem Makarim dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Robbert Dijkgraaf. Foto: BKHM
Mendikbudristek, Nadiem Makarim dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Robbert Dijkgraaf. Foto: BKHM

Nadiem dan Menteri Pendidikan Belanda, dari Kemendikbudristek Lanjut ke Erasmus Huis

Citra Larasati • 22 Juli 2022 19:50
Jakarta:  Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Robbert Dijkgraaf, melakukan pertemuan bilateral yang berlangsung.  Pertemuan berlangsung di Gedung A, Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Kamis, 21 Juli 2022.
 
Nadiem menyampaikan apresiasi terhadap Dijkgraaf yang menekankan bahwa Indonesia adalah mitra strategis dan utama bagi Belanda dalam melakukan kerja sama dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dijkgraaf juga menyampaikan dukungan terhadap Presidensi Indonesia pada G20 dan memperkuat komitmennya terhadap pembangunan bilateral dan global pascapandemi COVID-19: ‘recover together, recover stronger’.
 
Hal ini merupakan salah satu catatan penting dalam hubungan diplomasi Indonesia–Belanda yang telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun.  “Kami menyambut baik kedatangan delegasi dari Belanda dimana hasil dari pertemuan bilateral ini kiranya dapat melanjutkan kesepakatan yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kerajaan Belanda di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi,” ungkap Nadiem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem menambahkan, selain memperkuat hubungan, Indonesia dan Belanda akan mengembangkan kolaborasi dengan membuka peluang baru untuk kemitraan di tingkat pemerintah dan perguruan tinggi atau lembaga ilmu pengetahuan di Indonesia dan Belanda. Hal tersebut diungkap Menteri Nadiem dalam rangka pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan kesiapan SDM Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan, terutama di bidang vokasi, pendidikan tinggi, dan budaya.
 
“Terkhusus karena saat ini Kemendikbudristek tengah memprioritaskan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui beragam terobosan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” tekannya.
 
Salah satunya adalah program International Student Mobility Awards (IISMA) atau pertukaran mahasiswa internasional.
 
Senada dengan itu, Menteri Dijkgraaf, mengungkapkan kebahagiannya dapat mengunjungi Indonesia untuk pertama kali selama menjabat sebagai Menteri dan berujar bahwa kerja sama strategis yang telah dijalin oleh Indonesia dengan Belanda telah berlangsung dengan baik. 
 
“Kami berharap kerja sama kedua negara yang telah terjalin akan terus berkembang serta dapat mendukung program prioritas masing-masing negara seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Nadiem,” ucapnya.
 
Pendidikan dan penelitian adalah fondasi masa depan setiap orang. Jadi, kami membuatnya lebih terjangkau supaya tiap orang dapat mempelajarinya dan kami banyak berinvestasi dalam sains.
 
"Selain itu, kami sedang mengerjakan masa depan di mana setiap orang bebas untuk mengembangkan potensi penuh mereka dan menjadi seperti yang mereka inginkan,” tandas Dijkgraaf.

Nadiem ke Erasmus Huis

Seusai pertemuan bilateral di kantor Kemendikbudristek, kedua Menteri berpibdah mengunjungi Erasmus Huis, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk melakukan dialog dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kedua Menteri berdialog terkait dengan nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam tataran masyarakat global, kebijakan kedua negara di bidang pendidikan tinggi dan sains, serta kerja sama yang akan dilakukan di masa mendatang. 
 
Pada waktu yang bersamaan, di ruangan terpisah juga dilaksanakan sesi berjejaring atau matchmaking session.  Ini merupakan sesi pertemuan antara Perguruan Tinggi Indonesia dan Belanda, dimana universitas dan politeknik kedua negara menjajaki perluasan dan potensi kerja sama. 
 
Adapun perguruan tinggi serta lembaga ilmu pengetahuan Belanda yang hadir adalah Nuffic NESO, Aeres University of Applied Sciences, Erasmus University Rotterdam, Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences (KNAW), Dutch Research Council (NWO), Radboud University, Saxion University of Applied Sciences, Leiden University, University of Twente, Vrije Universiteit Amsterdam, Wageningen University and Research (WUR), dan NHL Stenden University of Applied Sciences.
 
Perwakilan dari perguruan tinggi dan politeknik Indonesia yang hadir adalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Lampung, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gadjah Mada, Universitas Cenderawasih, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Media Kreatif, Politeknik Manufaktur Bandung, dan Politeknik Negeri Pertanian Payakumbuh.
 
Baca juga:  Ini Kata Prilly Latuconsina Soal Pentingnya Belajar di Luar Kelas

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif