Sekolah Indonesia Cepat Tanggap di Sigi.  Foto: UI/Dok.Humas
Sekolah Indonesia Cepat Tanggap di Sigi. Foto: UI/Dok.Humas

'Sekolah Indonesia Cepat Tanggap' Sulteng Diresmikan

Pendidikan sekolah rusak Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 25 Oktober 2019 18:56
Jakarta:Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Universitas Tadulako telah menyelesaikan pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap yang keenam. Dalam pembangunannya, kedua kampus tersebut juga menggandeng Ikatan Alumni (ILUNI), FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, dan FUSI Foundation.
 
Tiga di antara sekolah tersebut adalah Pondok Pesantren Al-Mubaraq yang berlokasi di Talise, Palu, TK/RA Darul Iman yang berkolasi di Lasoso, Palu, serta TK PKK yang berlokasi di Wisolo, Sigi. Pesantren ini terdiri dari enam unit ruang kelas, empat unit ruang transisi, satu unit tribun, dua unit tempat wudu serta unit-unit ruang selasar yang menghubungkan seluruh unit yang ada dengan masjid dan jamban.
 
Guru Besar Arsitektur di Dapertemen Arsitektur FTUI, Yandi Andri Yatmo mengatakan, inisiatif sekolah ini telah digagas sejak pascagempa di Lombok dan Sulewasi Tengah pada 2018 lalu di berbagai wilayah terkena dampak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Desain sekolah Indonesia Cepat Tanggap dirancang dengan memperhatikan berbagai isu yang penting untuk desain bangunan cepat tanggap bencana, terutama terkait kecepatan dalam proses membangun dan kualitas bangunan itu sendiri,” kata Yandi dalam siaran pers, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Ia menjelaskan, bangunan cepat tanggap bencana yang relatif singkat proses konstruksinya seringkali mengesampingkan kualitas bangunan. Sehingga bangunan lebih bersifat sementara dan tidak memiliki kualitas untuk digunakan dalam jangka panjang.
 
“Sekolah Indonesia Cepat Tanggap menawarkan sistem modular dan plug and play yang memberikan kesempatan untuk mengkonstruksikan bangunan secara cepat dengan kualitas layaknya bangunan permanen serta mudah disesuaikan dengan kondisi di tempat yang membutuhkan,” ujar Yandi.
 
Sementara itu, Dekan FTUI, Hendri D. S Budiono mengatakan, bahwa sekolah ini merupakan inisiatif dan juga bentuk komitmen UI dalam mewujudkan kesempatan belajar yang terbaik bagi anak Indonesia. “Sekolah Indonesia Cepat Tanggap tidak hanya menjadi sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat, namun juga merupakan sebuah prestasi yang perlu menjadi sebuah inisiatif berkelanjutan,” jelas Hendri.
 
Ia menuturkan, bahwa sistem modular pada sekolah ini memiliki unit-unit yang didesain dengan mempertimbangkan bentuk geometri dan dimensi dari material yang tersedia. Sehingga tidak ada material yang terbuang percuma.
 
Desain dari unit-unit ini juga memberikan fleksibilitas untuk disusun menjadi kesatuan ruang dalam dan ruang luar yang secara keseluruhan memberikan kesempatan belajar yang menyenangkan bagi anak. Sistem bangunan sekolah modular saat ini sedang dalam proses memperoleh paten.
 
Pembangunan ketiga sekolah di Palu, Sigi ini juga melibatkan para mahasiswa dari UI dan Universitas Tadulako. serta masyarakat sekitar. Selain bangunan sekolah tersebut, FTUI, ILUNI FTUI, ILUNI Arsitektur dan FUSI Foundation juga sedang dalam proses membangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap yang ketujuh dan kedelapan di Palu dan Sigi.
 
"Kedua sekolah tersebut direncanakan selesai pada akhir tahun 2019 ini," tutup Hendri.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif