Menristekdikti, Bambang Brodjonegoro, Foto: Kemenristekdikti/Humas.
Menristekdikti, Bambang Brodjonegoro, Foto: Kemenristekdikti/Humas.

Indonesia Masih Kekurangan Ahli Coding

Pendidikan Pendidikan Tinggi Revolusi Industri 4.0
Intan Yunelia • 29 November 2019 12:40
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengatakan, salah satu elemen penting di era digital adalah sistem coding (program komputer). Menurutnya Indonesia saat ini perlu menambah jumlah tenaga ahli di bidang tersebut, karena perannya sangat vital untuk mengembangkan industri digital dalam negeri.
 
"Kalau memang kebutuhan dari pasar mengindikasi kurangnya SDM unggul Indonesia yang mempunyai kemampuan coding, maka itu yang kita dorong," kata Bambang di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Kebutuhan tenaga ahli coding ini semakin meningkat. Seiring dengan pertumbuhan positif industri digital Tanah Air dalam beberapa tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini beberapa perusahaan startup digital masih menggunakan programmer dari negara lain. Tantangan yang harus segera dipenuhi adalah diperlukannya SDM unggul Indonesia sebagai tenaga ahli coding berkualitas sehingga mampu memenuhi kebutuhan jumlah programmers bagi indsutri digital dalam negeri maupun untuk bersaing di tingkat global," jelasnya.
 
Bambang menilai, masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial perlu segera beradaptasi maksimal dalam menghadapi perkembangan era disrupsi teknologi tersebut. Untuk itu diperlukan upaya masif dan terstruktur, baik dari Pemerintah maupun pihak swasta untuk mengenalkan sistem coding ke seluruh lapisan masyarakat dan memberi pendidikan atau melatih SDM unggul untuk menguasainya.
 
Menurut Bambang, yang penting harus ada pemahaman bahwa pelatihan (kursus) coding harus menjadi lebih massal, karena saat ini Indonesia masih kekurangan SDM unggul di bidang ini. Padahal tenaga ahli coding sangat penting bagi sustainability perusahaan digital.
 
"Kami meyakini bahwa Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain dalam menghadapi revolusi industri ke-4, jika generasi 'millenials' mampu mengadopsi dan menguasai teknologi 4IR yang sedang berkembang,” papar Bambang.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif