Foto Viral SDN 085 Ciumbuleuit

Penjelasan Mendikbud Tentang Gambar Presiden Ditutup Kertas

Intan Yunelia 21 Mei 2018 22:27 WIB
Pendidikan Karakter
Penjelasan Mendikbud Tentang Gambar Presiden Ditutup Kertas
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy akhirnya turun langsung untuk bertemu dengan Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, untuk meminta keterangan terkait viralnya foto gambar Presiden dan Wakil Presiden yang ditutup kertas, di SD Negeri 085 Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Dari hasil pertemuan itu, Muhadjir memperoleh penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik foto yang viral di media sosial tersebut.  Muhadjir menjelaskan, bahwa ditutupnya foto kepala negara dilakukan saat penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD beberapa waktu lalu.  


Kepada Muhadjir, Kepala Sekolah menjelaskan, bahwa sesuai aturan ujian,semua alat peraga yang  diperkirakan dapat "mengganggu" pelaksanaan ujian harus ditutup atau dikeluarkan dari kelas.

"Berkaitan dengan itu agar menjadi maklum semuanya, jangan sampai ada interpretasi yang berbeda di luar itu," tegas Muhadjir.

Mantan Rektor Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga menegaskan, agar pada ujian yang akan datang, tidak perlu lagi menutup atau mengeluarkan simbol-simbol negara seperti gambar Presiden dan Wakil Presiden, serta burung Garuda dari dalam kelas.

"Kecuali alat peraga lain memang harus dikeluarkan dari kelas," tegas Muhadjir.

Pernyataan ini disampaikan Muhadjir, menanggapi postingan akun Facebook, Satyowati Pancasiwi pada 13 Mei 2018, tentang kejadian tak biasa yang terjadi di SD Negeri 085 Ciumbuleuit, Kota Bandung.  Di mana di salah satu dinding kelas yang ada di SD tersebut, terdapat foto Presiden dan Wakil Presiden yang ditutupi kertas.  

Foto itu pun kemudian viral, dan dikait-kaitkan dengan dugaan menyusupnya paham-paham radikal di sekolah tersebut.  

Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengingatkan, agar sekolah tak mencopot atau menurunkan lambang negara saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal itu berdasarkan surat edaran Mendikbud nomor 2142/MPK/PR/2107 11 April 2017.

"Kami sampaikan imbauan kepada seluruh sekolah agar tidak menurunkan, atau menutupi lambang negara," kata Didik pada pesan tertulisnya, Senin, 21 Mei 2018.

Hal yang sama pun berlaku untuk foto kepala negara, naskah Pancasila, Bendera merah putih. Semua simbol negara menandakan ciri khas dan jati diri bangsa.  "Ini tentang implementasi penguatan pendidikan karakter.  Kebijakan dan imbauan ini berlaku di setiap kegiatan belajar mengajar, termasuk saat UN, dan kegiatan belajar di kelas," tegas Didik.


 



(CEU)