Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra. DOK Kemendikbudrsitek
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra. DOK Kemendikbudrsitek

Menyelami Musik Populer Indonesia di Pameran 'Dari Ngak-Ngik-Ngok ke Dheg Dheg Plas'

Ilham Pratama Putra • 18 September 2023 17:43
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjen Kebudayaan) menggandeng Irama Nusantara menggelar pameran arsip musik. Pameran bertajuk “Dari Ngak-Ngik-Ngok ke Dheg Dheg Plas”.
 
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Ahmad Mahendra, mengungkapkan pameran ini tak cuma menyuguhi koleksi-koleksi antik nan klasik. Pameran arsip “Dari Ngak-Ngik-Ngok ke Dheg Dheg Plas” juga menjadi sarana mengedukasi masyarakat tentang sejarah perkembangan musik populer di Indonesia.
 
“Harapannya, program ini dapat menggambarkan bagaimana industri musik Indonesia dirintis lewat karya-karya fenomenal yang memiliki nilai-nilai sosial, teknologi, budaya,” kata Mahendra dalam keterangannya, Senin, 18 September 2023.

Pameran arsip “Dari Ngak-Ngik-Ngok ke Dheg Dheg Plas” menjadi bagian dari program Rangkaian Irama yang menandai perjalanan satu dekade Irama Nusantara. Selain pameran arsip, terdapat tiga program lain dalam gelaran Rangkaian Irama, yaitu konferensi para pengarsip terkait budaya populer Indonesia, forum diskusi, dan festival musik.
 
Pameran menampilkan perjalanan musik populer Indonesia mulai pra-1960 hingga 1969. Materi pameran ini merupakan pengembangan dari buku “Dari Ngak-Ngik-Ngok ke Dheg Dheg Plas” yang pernah dirilis Irama Nusantara bersama Bintang Press dan Norrm pada 2021.
 
Keseluruhan materi pameran disajikan secara kontemporer melalui mural, audio visual, dan tentu saja koleksi-koleksi asli berbentuk fisik. Pameran terbagi ke dalam tiga zona, yaitu zona yang menampilkan awal perkembangan industri musik populer Indonesia (pra-1960), zona kedua yang menampilkan perkembangan industri musik populer di bawah kekuasaan Orde Lama (1960-1965), dan zona akhir yang berisi perkembangan industri populer Indonesia di bawah kekuasaan Orde Baru (1966-1969).
 
Melalui pameran ini, pengunjung disuguhi ragam koleksi yang bukan hanya langka, tetapi juga bersejarah. Antara lain foto-foto musisi zaman Hindia Belanda, rilisan musik salah satu label pertama di Nusantara, Tio Tek Hong (tahun 1905), informasi tentang lagu “Indonesia Raya” pertama kali direkam sampai dokumentasi pembakaran piringan hitam The Beatles di Jakarta pada 1965 akibat pelarangan “musik Barat” oleh Orde Lama.
 
Rekaman pidato “Manifesto Politik Republik Indonesia” oleh Bung Karno tahun 1959 yang akhirnya melahirkan istilah “Ngak-Ngik-Ngok” itu juga dapat dilihat dalam pameran ini. Irama Nusantara menghimpun ragam arsip-arsip itu bukan hanya dari koleksi pribadi, melainkan juga dari lembaga atau komunitas lain, seperti Arsip Jazz Indonesia, ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), Remaco, Perpustakaan Negara, hingga lembaga Malaysia, FINAS (Perbadanan Kemajuan Filem Nasional).
 
Kurator pameran, Ignatius Aditya, mengatakan musik populer Indonesia pada periode 1960-an dipengaruhi banyak konteks politik, ekonomi, sosial, teknologi, dan budaya. Saat itu, dinamikanya berjalan sangat cepat dan drastis memengaruhi musik.
 
"Hasilnya dapat kita lihat melalui berbagai kemunculan berbagai bentuk musik yang sangat memengaruhi paradigma serta kesejarahan musik populer Indonesia, bahkan pada kurun waktu setelahnya hingga sekarang," beber dia.
 
Pameran dibuka pada Sabtu, 16 September 2023, pukul 16.00 WIB di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta. Pameran  berlangsung selama satu bulan penuh hingga Minggu, 15 Oktober 2023.
 
Seluruh program Rangkaian Irama dapat disaksikan gratis. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Museum Kebangkitan Nasional seharga Rp2.000.
 
Baca juga: Pameran Arsip Musik Populer Indonesia Telah Dibuka di Museum Kebangkitan Nasional

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan