Public figur dan aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi. Foto: Instagram @chikifawzi
Public figur dan aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi. Foto: Instagram @chikifawzi

Sudah Diklat Masih Bisa Gagal? Ini 5 'Deal Breaker' Seleksi Petugas Haji 2026

Citra Larasati • 29 Januari 2026 06:00
Ringkasnya gini..
  • Figur publik yang juga aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dicopot dari daftar petugas haji 2026.
  • Kemenhaj menjelaskan, ada beberapa poin yang dapat menggagalkan langkah kamu menjadi calon petugas haji 2026.
  • Di antaranya melanggar disiplin saat diklat, ketahuan memanipulasi hasil MCU hingga kemampuan fikih haji yang tidak memadai dapat menjadi penyebabnya.
Jakarta:  Sudah masuk di tahap Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ternyata tidak membuat Sobat Medcom auto lolos menjadi petugas haji lho. Masih ada beberapa hal yang bisa bikin gagal dan membuat kamu disetop atau nama kamu dicoret di tengah jalan meskipun sudah sampai di tahap diklat.
 
Apa saja deal breaker yang dapat membuat kamu gagal hingga finish? Yuk simak artikel Medcom berikut ini!
 
Diklat untuk calon petugas haji di Arab Saudi bentar lagi beres, tepatnya tanggal 30 Januari 2026 nanti. Tapi, bagi para peserta, ini bukan momentum buat santai. Justru ini fase genting!

Kolonel (Purn) Muftiono, Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi, memberikan peringatan tegas. Bahwa sejak awal, semua peserta sudah diingetin buat peka banget sama disiplin, fisik, mental, ilmu fikih haji, bahasa Arab, sama skill di bidang tugas masing-masing. Intinya, jangan main-main!
 
Muftiono menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah tidak akan memberikan perlakuan spesial kepada siapapun sepanjang masa seleksi, termasuk saat diklat ini. Sebab, perlakuan khusus justru akan merusak soliditas dan solidaritas tim.
 
“Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji,” ujar Muftiono dalam siaran persnya, dikutip Kamis, 29 Januari 2026.
 
Diklat ini dikelola tim profesional, gabungan dari Kementerian Haji, TNI, dan Polri dengan disiplin super ketat. Jadi, enggak ada toleransi buat yang lalai atau skip disiplin, karena para petugas haji inilah yang nanti bakal menjadi ujung tombak layanan buat jutaan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
 
Makanya, semua rangkaian diklat dari awal sampe akhir wajib diikuti 100 persen dengan serius. Konsekuensinya jelas, peserta yang tidak bisa ikut semua agenda bakal disetop. Sama aja nasibnya buat yang ketauan tidak  jujur, baik ketika MCU (medical check up) maupun dalam urusan persyaratan lain.
 
“Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang berniat ‘nebeng’ berhaji,” tegas Muftiono.

Catat poin-poin yang bikin kamu gagal di seleksi petugas haji:

  1. Nggak disiplin (langgar aturan diklat).
  2. Bolos atau enggak ikut full semua agenda diklat.
  3. Ketahuan enggak jujur, termasuk manipulasi hasil MCU atau data lain.
  4. Fisik atau mental enggak siap.
  5. Skill atau pengetahuan, kayak fikih dan bahasa Arab, enggak memadai.
Intinya, diklat ini bener-bener survival of the fittest and the most dedicated. Menurut Muftiono, menjadi petugas haji bukan buat cari kesempatan nebeng berhaji. “Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang  berniat ‘nebeng’ berhaji,” tegas Muftiono.
 
Sebelumnya, Kabar figur publik yang juga aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi dicopot dari daftar petugas haji 2026 menjadi sorotan public belakangan ini. Meski sudah mengaku ikhlas, karena menurutnya berhaji adalah panggilan Allah SWT, namun penyebab pencopotannya tersebut tetap menimbulkan tanda tanya.
 
Dalam unggahan di akun Instagramnya, informasi pencopotan itu ia terima di tengah-tengah masa Pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede. Tidak menerima penjelasan mendetail, Chiki menyebutkan, petugas yang menyampaikan informasi mengatakan adanya arahan dari atasan yang meminta Chiki untuk tidak lagi berada di jajaran calon petugas haji 2026.
 
Chiki mengaku sedih, sebab untuk melayani tamu-tamu Allah ini sudah menjadi impiannya sejak lama. Bahkan berbagai persiapan sudah ia lakukan sejak jauh-jauh hari. "Jujur sedih banget karena one of my biggest dream itu jadi petugas haji," kata Chiki. 
 
Tetap semangat Chiki! Semoga ada kesempatan dan jalan lain untuk mewujudkan salah satu mimpimu ini ya!

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan