Tim HeavyNano Studio. Foto:  UB/Dok. Humas
Tim HeavyNano Studio. Foto: UB/Dok. Humas

COMPFEST ke-11

Gara-gara Jelangkung, Mahasiswa UB Raih Game of The Year

Daviq Umar Al Faruq • 19 September 2019 17:43
Malang: Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang tergabung dalam tim HeavyNano Studio berhasil meraih prestasi di ajang final kompetisi COMPFEST ke-11. Game ini mengambil inspirasi dari hantu-hantu khas Nusantara seperti Moto Satampah, Banaspati dan Jelangkung sebagai monster yang harus ditaklukkan dalam game
 
Ajang ini sendiri merupakan one-stop festival IT tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI) pada 7-8 September 2019 lalu.  Tim HeavyNano Studio berhasil meraih penghargaan tertinggi pada cabang Indie Game Ignite yakni Game of The Year.
 
Ada lima cabang kompetisi yang dilombakan di COMPFEST, yakni Capture The Flag, Competitive Programming Contest, Business-IT Case, Innovative App Competition, dan Indie Game Ignite.

Tim HeavyNano Studio terdiri dari tiga mahasiswa FILKOM UB. Mereka terdiri dari Wildan Rahmat Ramadhan selaku programmer (2016), Mujiburrahman Haekal Fajry selaku penata musik dan design gameplay (2017) serta Vivian Dzikriany Azis selaku art designer (2016).
 
Salah satu anggota tim, Mujiburrahman Haekal Fajry mengatakan game yang diciptakan timnya ini bernama Melody of The Light. Yaitu sebuah games yang bergenre Bullet Hell Metroidvania dengan konsep open world yang berfokus pada eksplorasi. 
 
"Game ini terinspirasi dari game yang sudah ada sebelumnya, di antaranya Symphony of the Night, Metroid, dan Touhou," katanya, Kamis 19 September 2019.
 
Haekal menambahkan, game ini menggunakan art style berupa pixel art. Konsep ini diangkat, pasalnya belakangan ini art style pixel art mulai kembali menjadi tren yang berkembang pesat. 
 
Game ini sendiri menceritakan tentang seorang perempuan bernama Kinanthi yang mencari ayahnya di dalam dunia bernama The Origin. Kinanthi harus mengumpulkan item dan mendapatkan skill untuk bisa mencapai tujuannya.
 
"Yang menjadikan Melody of The Light berbeda dengan game lain adalah tambahan nuansa kultur Nusantara yang dimasukkan ke dalamnya. Game ini mengambil inspirasi dari hantu-hantu khas Nusantara seperti Moto Satampah, Banaspati dan Jelangkung sebagai monster yang harus ditaklukkan dalam game," jelasnya.
 
Fitur dari game eksplorasi ini terdiri dari secret place, boss ?ght, shop, equipment system dengan berbagai macam item yang dapat dikombinasikan menjadi build item seperti roam, ?ght, farm. Sehingga mempermudah player dalam kondisi tertentu.
 
“Kami menambahkan ?tur-?tur tersebut agar player benar-benar dapat merasakan sensasi dari eksplorasi atau petualangan dari game ini,” jelasnya.
 
Dengan dinobatkannya Melody of The Light sebagai Game of The Year, maka tim HeavyNano Studio berhak atas hadiah berupa dana pengembangan senilai Rp10 Juta. Rencananya dana tersebut akan digunakan sebagai modal untuk meluncurkan game ini di STEAM sebuah platform distribusi digital milik pengembang dan penerbit game Personal Computer (PC) asal Amerika Serikat.
 
“Kami menargetkan pasar Melody of The Light untuk pengguna PC melalui STEAM. Game ini dibuat untuk pecinta game yang bergenre Bullet Hell dan Metroidvania dengan konsep open world sehingga dapat dieksplorasi setiap detail tempat yang ada,” jelas Wildan Rahmat Ramadhan, anggota tim lainnya.
 
Dia mengaku timnya sangat senang bisa ikut serta dalam kompetisi COMPFEST tersebut. Sebab, banyak hal yang bisa didapat, terutama peserta bisa mendapatkan ilmu dari kegiatan mentoring bersama senior yang lebih berpengalaman di dunia game development karena di kompetisi tersebut.
 
Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan teman baru. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga dari para profesional dari berbagai studio game developer.
 
“Oleh karena itu, terlepas dari reward yang telah diberikan, pengalaman selama dua hari bersama orang-orang hebat di bidang game development merupakan pengalaman yang sangat tak ternilai harganya,” pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan