Grisna Anggadwita, pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University
Grisna Anggadwita, pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University

90% Penyandang Disabilitas RI Menganggur, Dosen Ini Beberkan Solusi Menggali Potensinya

Citra Larasati • 30 Januari 2026 15:24
Ringkasnya gini..
  • Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia.
  • Namun International Labour Organization menyebutkan hampir 90 persen penyandang disabilitas di Indonesia tidak bekerja.
  • Dosen Tel-U Grisna Anggadwita, melakukan penelitian untuk menggali potensi penyandang disabilitas di Indonesia tersebut.
Jakarta: Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Namun yang memprihatinkan, data International Labour Organization (ILO) hingga Desember 2024 menyebutkan hampir 90 persen penyandang disabilitas di Indonesia tidak aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan.
 
Dari 17 juta penyandang disabilitas usia produktif, hanya 45 persen yang bekerja, dan sebagian besar (83 persen) bekerja di sektor non-formal. Artinya, sekitar 66,7 persen penyandang disabilitas dinilai belum memiliki potensi ekonomi yang optimal.
 
"Potensi penyandang disabilitas itu banyak sekali, tapi sayang tidak digali. Tantangan terbesarnya sebenarnya hanya terkait akses dan kesempatan," ungkap Grisna Anggadwita, pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Telkom University yang aktif meneliti dan mendampingi penyandang disabilitas dalam siaran persnya, Jumat, 30 Januari 2026,

Dari Riset Menuju Aksi Nyata

Ketertarikan Grisna pada kelompok marginal berawal dari penelitian tentang kewirausahaan perempuan pada 2013. Perjalanan risetnya kemudian membawanya kepada dunia penyandang disabilitas, di mana ia menemukan potensi besar yang belum tergali.

Bersama tim peneliti dari berbagai universitas, Grisna mengembangkan penelitian tentang kewirausahaan sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Hasil penelitiannya dipublikasikan di Journal of Social Entrepreneurship dan buku "Gender in Digital Entrepreneurship" oleh Springer.
 
"Tantangan terbesar adalah stigma negatif yang mempengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri. Mereka merasa tidak punya kemampuan, padahal sebenarnya mampu," jelas Grisna.

Platform Inovatif untuk Pemberdayaan

Melihat kebutuhan mendesak akan pemberdayaan berkelanjutan, Grisna dan tim mengembangkan platform pembelajaran khusus untuk penyandang disabilitas. Platform ini menggunakan pendekatan storytelling dengan menampilkan kisah sukses penyandang disabilitas, yang terbukti efektif meningkatkan motivasi.
 
"Kami sedang mengembangkan aplikasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran jarak jauh dengan materi praktis seperti pembukuan sederhana dan berbagai model usaha," papar Grisna.
 
Tak hanya itu, Grisna juga menginisiasi program inkubator usaha khusus disabilitas yang bekerja sama dengan LPPPD di Yogyakarta. Program ini mendapatkan dukungan dari Universitas Telkom yang sedang membangun pusat disabilitas untuk mahasiswa.
 
Grisna menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memberdayakan penyandang disabilitas. "Tidak selalu berupa dukungan finansial, tapi juga pendampingan, pembinaan, dan bimbingan," ujarnya. Sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation 2013, Grisna memahami pentingnya dukungan dalam pengembangan kapasitas. Upayanya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan inklusivitas dan kesetaraan.
 
Setiap interaksi dengan penyandang disabilitas menjadi momen refleksi bagi Grisna. "Kadang saya malu pada diri sendiri. Mereka berusaha keras dengan keterbatasan, sementara saya kadang tidak bisa melakukan banyak hal," akunya.
 
Dengan data 22,97 juta penyandang disabilitas yang memiliki potensi ekonomi besar, Grisna berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam pemberdayaan mereka. "Mereka hanya meminta kesempatan yang sama. Dengan dukungan tepat, mereka bisa mandiri secara ekonomi," tutupnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan