Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Harris Iskandar saat memberi penghargaan untuk Orang Tua Hebat. Foto: Kemendikbud/Humas
Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Harris Iskandar saat memberi penghargaan untuk Orang Tua Hebat. Foto: Kemendikbud/Humas

Yakobus Masih Kirim Uang Bulanan untuk Bupati

Pendidikan PAUD
Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 November 2019 16:07

Jakarta: Pasangan suami istri Yakobus Manue Fernandez dan Margaretha Hati Manhitu dinobatkan sebagai Orang Tua Hebat dalam Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Keluarga yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Apresiasi ini diberikan lantaran keduanya sukses mendidik anaknya sampai menjadi pejabat publik di dalam kesederhanaan.
 
Keduanya adalah orang tua dari Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez. Menariknya lagi, pasangan suami istri ini tetap melanjutkan pekerjaan sebagai petani dan pedagang hasil bumi di desanya, meski anaknya sudah menjadi bupati.
 
Bahkan Raymundus yang sudah dua periode duduk sebagai bupati NTT ini, oleh Yakobus dan Margaretha masih diberi uang bulanan. Kesederhanaan dan karakter yang dibangun oleh keduanya ini layak menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya, terutama soal karakter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Jenderal PAUD dan DIKMAS, Kemendikbud, Harris Iskandar memberikan apresiasi kepada masyarakat, utamanya orang tua yang ikut andil dalam memajukan pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat.
 
“Para Orang Tua Hebat yang dengan keterbatasannya, yaitu ada yang bekerja sebagai tukang becak, tukang jahit, sopir truk, buruh bangunan, dan profesi lainnya, namun dengan perjuangan kerasnya telah berhasil mengantarkan anaknya hingga mencapai pendidikan dan kesuksesan tertinggi,” kata Harris di malam Apresiasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga, Jakarta, Kamis, 7November 2019.
 
Harris dalam siaran persnya menambahkan, pendidikan merupakan eskalator dalam memajukan bangsa, menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat, secara gotong-royong. "Dengan cara gotong royong, insya Allah semua permasalahan pendidikan akan terselesaikan dalam waktu yang lebih cepat," ujarnya.
 
Orang tua, lanjut Harris, seharusnya tidak menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan pada sekolah, tetapi ikut serta dalam mendidik anak. Termasuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengembangkan pendidikan anak yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
 
"Anak sekarang cenderung tidak bisa fokus, sedikit narsistik sehingga hal ini memberikan tantangan sendiri bagi kita. Kita memerlukan beberapa strategi pengasuhan yang baik. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus terus meningkatkan kemampuan dan terus belajar bagaimana mengasuh dan mengembangkan anak," terangnya.


 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif