Pengusaha jasa ekspedisi impor Gusmavin Wilopo. Foto: Dok Pribadi.
Pengusaha jasa ekspedisi impor Gusmavin Wilopo. Foto: Dok Pribadi.

Tak Kuliah, Pemuda Ini Sukses Jadi Bos Jasa Ekspedisi Impor

Pendidikan Wirausaha kisah inspiratif
Arga sumantri • 09 Juli 2021 16:57
Jakarta: Gusmavin Wilopo, sukses membangun perusahaan jasa ekspedisi logistik impor, Wilopo Cargo. Ia membuktikan diri mampu menjadi pengusaha sukses meski tak mengenyam bangku perguruan tinggi.
 
"Walapun tidak pernah kuliah atau mengecap pendidikan di universitas, saya memiliki semangat, usaha, serta keyakinan yang besar. Dalam berbisnis, done is better than perfect," ucap Gusmavin melalui keterangan tertulis, Jumat, 9 Juli 2021.
 
Tren bisnis impor masih diminati oleh pengusaha Indonesia. Terlepas dari kondisi pandemi, nilai impor masih mengalami kenaikan di April 2021. Besarnya nilai impor membuka kesempatan cukup besar bagi masyarakat Indonesia untuk memulai bisnis impor. Kesempatan inilah yang ditangkap oleh Gusmavin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kisah Isti, Peraih Gelar Disertasi Terbaik dari Universitas Groningen Belanda
 
Gusmavin menjelaskan, ada potensi cukup besar di Indonesia untuk bisnis ekspedisi logistik impor. Apalagi pada 2018-2019 belum banyak kompetitor di dunia online.
 
"Berawal dari belajar dunia online secara otodidak, lalu bekerja freelance jasa pembuatan website. Hingga akhirnya saat sedang dalam proses pengerjaan website dan program back end suatu perusahaan logistik, saya melihat peluang untuk membuka bisnis ini. Kebetulan saya juga memiliki passion di bisnis,” kata Gusmavin.
 
Menangkap peluang tersebut, pria kelahiran 1995 ini pun memulai bisnis Wilopo Cargo pada 2019, dengan melayani ekspedisi logistik impor dari Tiongkok ke Indonesia. Sepanjang merintis bisnisnya, tak sedikit Gusmavin mengalami kegagalan.
 
"Saya pernah ditipu dan salah mengatur keuangan bisnis hingga rugi miliaran rupiah. Momen berat tersebut saya jadikan sebagai tantangan positif untuk lebih baik ke depannya," ungkapnya.
 
Baca: Perjuangan Pedagang Keliling di Lebak Luluskan Anak Jadi Sarjana
 
Ia mengaku selalu menerapkan pola pikir positif bila sedang gagal. Ia memandang, kegagalan bagian dari proses menuju puncak kesuksesan. "Dengan menaruh diri di luar zona nyaman, saya terdorong untuk mencari jalan keluar dan terus berkembang," ungkapnya. 
 
Dengan modal kegigihan dan dukungan dari keluarga, saat ini Wilopo Cargo berkembang cukup pesat. Hingga akhirnya Gusmavin dapat mendirikan tiga bisnis baru dalam setahun. Ia juga mengembangkan jumlah tim menjadi lebih 80 orang dalam waktu dua tahun. 
 
Gusmavin juga telah ekspansi bisnis forwarding dari nol hingga omzet belasan miliar per bulan. Saat ini, ia memiliki holding group bernama Wilopo Group yang mencakup tiga lini bisnis, yaitu Wilopo Cargo, Toko Cuan (aplikasi dropship reseller), dan Globeli (marketplace Tiongkok Indonesia). 
 
Ia pun memberi pesan bagi para entrepreneur baru agar jangan terlalu banyak
alasan untuk memulai. Siapkan diri untuk mulai sesuatu selangkah demi selangkah. Nantinya, kata dia, secara otomatis diri sendiri akan dipaksa untuk berpikir.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif