Putri Harum Ustadah, Pengajar Bahasa Inggris dari Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash
Putri Harum Ustadah, Pengajar Bahasa Inggris dari Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash

Tembus Konferensi ASIA-TEFL, Inovasi Guru Pesantren Al-Ikhlash Bikin Santri Berani Speak Up

Citra Larasati • 09 Juni 2026 04:48
Ringkasnya gini..
  • Guru Pesantren Al-Ikhlash curi perhatian di Konferensi ASIA-TEFL, Tiongkok, bawa inovasi belajar bahasa Inggris.
  • Tinggalkan metode kaku, inovasi muhadloroh ala konferensi ini bikin santri bebas insecure saat public speaking.
  • Metode ini sukses ubah rasa takut jadi antusiasme tinggi di kalangan santri dibanding pendekatan oratoris lama.
Jakarta: Berbicara di depan umum atau mempraktikkan public speaking kerap menjadi momok menakutkan, apalagi bagi Gen Z yang rentan merasa insecure. Untuk mengatasi hal tersebut, Putri Harum Ustadah, Pengajar Bahasa Inggris dari Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash, membawa inovasi segar yang berhasil diakui di kancah internasional.
 
Putri memamerkan inovasi pembelajarannya dalam Konferensi Internasional ASIA-TEFL (Asian Association of Teachers of English as a Foreign Language) yang berlangsung pada 29-31 Mei di Universitas Jiaotong Xi’an, Tiongkok. ASIA-TEFL merupakan wadah bergengsi dan terbesar di Asia bagi para guru serta akademisi bahasa Inggris yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran.
 
Dalam forum prestisius tersebut, Putri mempresentasikan makalah bertajuk "A Comparative Analysis of Oratorical and Conference-based Approaches in Improving Public Speaking Proficiency at Modern Islamic Boarding School". Ia memperkenalkan transformasi program "muhadloroh (latihan pidato) bahasa Inggris" di pesantrennya.

Langkah ini merupakan respons cerdas Pesantren Al-Ikhlash untuk meninggalkan metode pidato "oratoris" lawas yang cenderung kaku dan sering kali ditakuti oleh para santri.

Bikin Santri Berani Speak Up

Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, model pembelajaran baru ini dirancang agar jauh lebih interaktif. Para santri diajak untuk membedah suatu topik, kemudian semua peserta diberikan kesempatan dan ruang yang setara untuk speak up menyampaikan gagasannya.
 
Semua peserta wajib terlibat aktif dalam diskusi. Pada akhir sesi, layaknya sebuah sidang internasional, para santri diajak merumuskan resolusi atau usulan dari topik yang telah dibahas bersama.
 
Inovasi yang diusung ini terbukti jitu mendongkrak kepercayaan diri santri dan menghapus demam panggung.
 
"Metode ini ternyata mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa di hadapan khalayak, selain juga membuktikan bahwa metode inovatif muhadloroh ini dapat meningkatkan semangat dan keceriaan santri dalam mengikuti program, serta menghilangkan rasa takut santri dalam berbicara, dibanding dengan metode oratoris yang biasa diselenggarakan sebelumnya," papar Putri dalam keterangannya, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
 
Keberhasilan ini membuktikan bahwa metode pendidikan di pesantren terus beradaptasi dengan karakter anak muda masa kini, mendobrak batasan, dan siap bersaing di kancah global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA