Ini adalah "Jurassic Math Gallery", sebuah museum matematika mini interaktif yang digagas oleh tiga siswi kreatif, Leandra, Amora, dan Melody. Booth mereka adalah bukti nyata bahwa matematika bisa lepas dari kesan menakutkan dan penuh rumus, berubah menjadi sebuah pengalaman belajar yang imersif dan menyenangkan.
"Tujuan kami adalah membuat pembelajaran lebih menyenangkan, khususnya melalui museum seperti milik kami," ujar Leandra dengan semangat, saat ditemui di ruang STEAM Expo 2026 yang digelar di Sekolah Kharisma Bangsa, Sabtu, 31 Januari 2026.
"Belajar matematika juga bisa sangat seru!," imbuh Leandra.
Konsep yang mereka usung sangat sederhana namun brilian. Ketiganya mampu mengubah teori matematika dasar menjadi permainan petualangan di zaman Jurassic. Untuk mewujudkannya, ketiganya merancang media pembelajaran dari bahan-bahan yang mudah didapat.
"Bahan yang kami butuhkan untuk proyek ini adalah kardus, pasir, gunting, kertas kado, dekorasi, cat, dan selotip," jelas Amora, seraya menunjukkan diorama yang mereka buat.

Suasana STEAM EXPO 2026 Sekolah Kharisma Bangsa. Foto: Medcom/Citra Larasati.
Cara Bermain dan Belajar
Inti dari Jurassic Math Gallery adalah sebuah permainan dadu yang dikombinasikan dengan kartu soal. Melody dengan antusias memandu pengunjung untuk mencoba."Jadi untuk memainkannya, ada dua dadu, dan ada 12 pertanyaan. Kamu bisa memilih mau melempar satu dadu atau dua dadu. Mau lempar dua atau satu?" tanya Melody kepada pengunjung.
Setelah pengunjung memilih, Melody melempar dadu tersebut. "Oke, kamu dapat angka satu. Pertanyaan pertama tentang berhitung. Ada berapa jejak kaki di sini?"
Pengunjung pun mulai menghitung jejak kaki dinosaurus yang digambar di papan. "Satu, dua, tiga. Tujuh? Tujuh!" sahutnya. "Ya, benar!" seru Melody bersorak. "Kamu bisa berhitung! Sederhana saja."
Itulah kekuatan proyek ini, kata Leandra, menyederhanakan konsep dan membuatnya terasa nyata. "Itu matematika yang sederhana," tambah Leandra dengan senyum.
Lebih dari Sekadar Angka
Proyek Jurassic Math Gallery ini tidak hanya menunjukkan pemahaman akademis ketiga siswi tersebut, tetapi juga keterampilan abad ke-21 seperti kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Siswa tidak sekadar menjawab soal, tetapi merancang sebuah experience lengkap untuk teman-teman sebayanya."Terima kasih sudah mendengarkan kami," kata Melody di akhir sesi, mengingatkan betapa pentingnya pendengar yang baik untuk sebuah ide.
Inovasi Leandra, Amora, dan Melody adalah gambaran sempurna dari semangat STEAM Expo 2026. Acara ini bukan pameran prestasi semata, melainkan sebuah festival ide di mana siswa didorong untuk berpikir keluar dari kotak, bereksperimen, dan menemukan caranya sendiri untuk mencintai ilmu pengetahuan.
Berkat mereka, matematika tidak lagi menjadi monster yang menakutkan, melainkan teman petualangan yang setia sejak zaman Jurassic.
Guru dan Koordinator STEAM Expo Kharisma Bangsa, Khumair Sundus mengungkapkan, penyelenggaraan STEAM Expo untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) merupakan yang perdana pada tahun ini. Sebelumnya, sekolah telah memiliki tradisi kegiatan serupa bernama Subject Week.
"Ini tahun pertama STEAM Expo untuk SD. Namun, biasanya kami sudah rutin mengadakan subject week, yang juga berbasis proyek tetapi terpisah per mata pelajaran," jelas Khumair.
Berbeda dengan Subject Week, STEAM Expo mengintegrasikan tiga mata pelajaran utama, Science (Sains), Math (Matematika), dan STEAM, ke dalam satu proyek kolaboratif. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 yang bekerja dalam kelompok-kelompok kecil.

Guru dan Koordinator STEAM Expo Kharisma Bangsa, Khumair Sundus. Foto: Medcom/Citra Larasati
Inovasi yang ditampilkan di ruang pameran tentu saja tidak tercipta dalam semalam. Pihak sekolah membangun kecintaan siswa terhadap ilmu, utamanya STEAM di sepanjang masa pembelajaran siswa. Ruang pameran ini hanya sebagian dari bukti bahwa Kharisma Bangsa serius untuk unggul di berbagai bidang ilmu, seperti dalam STEAM.
Hal ini dibuktikan juga dengan prestasi yang berhasil dicetak puluhan siswa di sepanjang tahun akademik 2025-2026. Sekolah yang terletak persis di depan Universitas Terbuka Pondok Cabe ini ini berhasil mencatatkan jejak prestasi yang luar biasa.
Mulai dari medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga prestasi di kancah internasional (IOAA) di Mumbai, India. Hal ini menjadi bukti nyata betapa keseriusan sekolah ini dalam pembinaan sains, bahkan bisa dikatakan pembinaan bidang STEAM di Kharisma Bangsa merupakan salah satu yang terkuat di Indonesia.
Hal ini terlihat pada ajang OSN yang diselenggarakan Puspresnas, sebanyak 13 siswa melaju ke final nasional dengan raihan lima penghargaan utama, termasuk Medali Emas bidang Astronomi dan Medali Perak bidang Matematika serta Biologi. Tak berhenti di situ, pada ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2026, Kharisma Bangsa mengirimkan 24 kelompok finalis dan sukses membawa pulang 10 penghargaan.
Prestasi ini mencakup Medali Emas pada Bidang Biologi dan Fisika, Medali Perunggu di Bidang Lingkungan dan Biologi dan Honorable Mention pada bidang Rekayasa Teknologi, Robotika, Komputer, dan Lingkungan.
Sementara itu di level dunia, salah satu siswa Kharisma Bangsa, Jasper Rexx Putra Cakra, sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Medali Perak pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) ke-18 di Mumbai, India (Agustus 2025).
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Kharisma Bangsa memiliki daya saing global yang setara dengan siswa terbaik dari berbagai belahan dunia,” kata Kepala SMP Kharisma Bangsa, Ridho Anwar Tumbuan.

Kepala Sekolah SMP dan SMA Kharisma Bangsa. Foto: Medcom./Citra Larasati
Sekolah Kharisma Bangsa juga tidak hanya fokus pada akademik. Pada ranah kreativitas, siswa-siswi meraih medali perunggu dan honorable mention dalam ajang Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) untuk kategori menggambar digital, menulis esai, dan tari tradisional.
Sementara di lapangan hijau, tim basket Eagle Putri Kharisma Bangsa sukses menjadi Juara 1 DBL Banten, disusul oleh tim Eagle Putra sebagai runner-up. Keberhasilan ini menunjukkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan ketangguhan fisik.
Kepala SMA Kharisma Bangsa, Muhamad Budiawan menyebutkan, kesuksesan beruntun ini merupakan hasil dari sistem pembinaan komprehensif. Sekolah yang terletak di Tangerang Selatan ini komitmen melaksanakan pembinaan siswa sejak dini melalui Program EduOS yaitu kolaborasi dengan Eduversal untuk pembinaan olimpiade, Supervisi Science Project melalui pendampingan rutin oleh guru ahli, dan Pelatihan Profesional pada bidang seni dan olahraga dengan menghadirkan tim pelatih olahraga dan seni yang berdedikasi.
"Kharisma Bangsa tidak semata berorientasi pada medali, melainkan pada pembentukan karakter, kemandirian, dan daya juang siswa," ujar Budiawan.
Prestasi ini pun menjadi portofolio strategis bagi para siswa untuk menembus universitas ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika banyak lulusan Kharisma Bangsa yang diterima dan melanjutkan sekolahnya di institusi-institusi ternama dunia seperti Harvard University, Nanyang Technological University (NTU), dan National University of Singapore (NUS), Carnegie Mellon University, University of Waterloo.
Apalagi, Kharisma Bangsa dikenal sebagai Cambridge International School yang membekali siswa dengan kurikulum internasional, memfasilitasi lulusannya untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News