Bermain, Cara Ampuh Kurangi Kecanduan Gadget pada Anak
Ilustrasi - Medcom.id
Jakarta: Banyak orang tua yang mulai khawatir tidak mampu mengalihkan perhatian anaknya dari gadget. Pasalnya kecanduan gadget bisa menyandera tumbuh kembang sang anak lantaran hanya menatap layar handphone dan tidak bergerak untuk melakukan aktivitas lainnya.

Menurut Psikologi Anak Firesta Farizal, ada beberapa cara untuk mengurangi kecanduan gadget pada anak. Salah satunya mengajak sang buah hati untuk melakukan aktivitas bermain.


"Pada dasarnya bagi anak-anak permainan nyata berbentuk itu lebih menarik, tetapi harus ada interaksi agar anak tidak bosan," kata Firesta kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 5 Februari 2018.

Orang tua harus membedakan aktivitas bermain sang anak sesuai jenjang usia mereka. Untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) perlu pendampingan dalam bermain. Sebab bila tak didampingi, anak-anak malah justru cenderung cepat bosan. 

"Anak-anak TK lebih tertarik bermain pretend play. Tetapi kalau main dokter-dokteran atau masak-masakkan sendirian, ya bosan, larinya akan ke gadget lagi," ujarnya.

Untuk anak-anak seusia Sekolah Dasar (SD), mereka cenderung lebih tertarik dengan permainan papan (board game) seperti stako ataupun monopoli. Memainkan permainan ini harus ada interaksi dan tetap didampingi orang tua.

Bagi Firesta, permainan papan untuk anak-anak seusia SD akan mampu membentuk kemampuan kognitif, motorik, dan sosial emosional.

"Memang anak-anak tertarik pada gadget yang bersuara, bergerak, dan berwarna. Orang tua cenderung hanya menyediakan permainan tetapi tidak didampingi dan tidak ada interaksi di situ sehingga anak cepat bosan," papar dia.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Anak-anak yang lahir di era digital dianugerahi dengan segala kemudahan, itulah mereka sering disebut sebagai generasi Z ataupun generasi instan. Generasi ini dianggap sedikit menghargai proses, memiliki daya juang lemah, serta gampang menyerah. 

Kata Firesta, sulit bagi orang tua untuk melarang anak menggunakan gadget sepenuhnya. Hal ini menuntut orang tua untuk mengawasi penggunaan gadget kepada anak. Pengawasan bisa berupa pengawasan waktu dan pengawasan konten.

Dalam pengawasan waktu, orang tua harus mampu menetapkan batas aturan maksimal penggunaan gadget. Dianjurkan bagi orang tua untuk mengawasi anak dalam bermain gadget, yakni selama 1,5-2 jam sehari dan dibagi dalam beberapa sesi. 

Sementara untuk pengawasan konten, orang tua dianjurkan untuk mengawasi konten-konten media yang ditelusuri oleh anak lewat gadget.

Kemudahan dalam mengakses dan menggunakan gadget seharusnya juga bisa dimanfaatkan oleh orang tua dalam mengawasi sang buah hati. Pengawasan dan pendampingan dapat dilakukan kepada anak melalui video call dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak. 

"Namun demikian, bukan saja komunikasi yang harus dibangun tetapi membangun koneksi yang kuat kepada anak agar segala aturan ataupun jenis pengawasan dapat dipatuhi oleh anak walaupun orang tua tidak berada di tempat," tegas Firesta.



(HUS)