Mantan Menristek Bambang Brodjonegoro. Foto: Dok Humas ITB.
Mantan Menristek Bambang Brodjonegoro. Foto: Dok Humas ITB.

Eks Menristek Bambang Brodjonegoro Dapat Gelar Honoris Causa dari ITB

Pendidikan Pendidikan Tinggi Gelar Kehormatan Perguruan Tinggi Bambang Brodjonegoro
Ilham Pratama Putra • 06 Juli 2021 20:37
Jakarta: Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) kabinet Indonesia Maju, Bambang Brodjonegoro mendapat gelar doktor Honoris Causa (HC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Gelar kehormatan ini diterima Bambang setelah melalui proses ketat.
 
"Telah mengalami proses panjang sejak Februari sampai November 2019. Usulan ini telah melewati suatu review dan verifikasi substantif yang sangat ketat dan teliti oleh banyak pihak," kata Ketua Tim Promotor Tommy Firman mengutip laman ITB, Selasa, 6 Juli 2021.
 
Tommy menjelaskan, Bambang layak mendapat gelar kehormatan lantaran telah memberikan sumbangsih karya-karya inovatif dan pemikiran tentang desentralisasi dan pembangunan ekonomi wilayah dan kota di Indonesia. Sumbangsihnya dituangkan dalam sejumlah karya ilmiah pada berbagai jurnal nasional maupun internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam Kabinet Indonesia Maju pada 2016—2019, Bambang Brodjonegoro banyak menyampaikan gagasan dan wacana, serta aktif terlibat dalam perdebatan tentang pembangunan ibu kota negara (IKN). Selain hal-hal yang berkaitan dengan bidang pengembangan wilayah dan kota, Bambang Brodjonegoro juga dinilai berkontribusi aktif dalam beragam hal. 
 
"Beberapa di antaranya memfasilitasi riset terkait pengadaan vaksin Merah Putih, pembentukan SDGs Network di ITB, dan menggagas perbaikan 'Financial System Safety Net' untuk menghadapi krisis keuangan," lanjut Tommy.
 
Baca: Seniman Sam Bimbo Dapat Gelar Kehormatan dari ITB
 
Saat menerima gelar tersebut Bambang juga sempat memberikan orasi ilmiah tentang peningkatan kesejahteraan melalui konsep liveable metropolitan city. Bambang menyampaikan, pembangunan wilayah diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ukuran ekonomi suatu wilayah dan secara kolektif dapat berpengaruh kepada pertumbuhan bangsa.
 
Dia menyebut konsep liveable metropolitan mengacu kepada menciptakan suatu perkotaan dengan biaya hidup terjangkau (affordable living) dan masyarakatnya memiliki pendapatan yang relatif tinggi (high income). Untuk melaksanakan konsep liveable metropolitan, dia menyampaikan tiga pilar utamanya, yakni ketersediaan fasilitas dan layanan publik yang inklusif, ekonomi yang kompetitif, dan peraturan dan pemerintah yang suportif.
 
Lebih lanjut, Bambang juga menekankan bahwa penguatan ekonomi dan kesejahteraan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak. Riset dan inovasi juga harus didukung dalam mewujudkan ekonomi yang menguat. 
 
"Riset dan inovasi adalah langkah awal dari sebuah perencanaan dan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Bambang.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif