Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Muh. Harun Achmad. Dok Humas Unhas.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Muh. Harun Achmad. Dok Humas Unhas.

Harun, Guru Besar Unhas Masuk Daftar Ilmuwan Berpengaruh Dunia

Arga sumantri • 12 November 2021 16:05
Makassar: Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) Muh. Harun Achmad masuk dalam daftar Top 2% World Ranking Scientists berdasarkan pemeringkatan Standford University dan Elsevier BV. Harun jadi satu-satunya dosen peneliti Unhas yang masuk ilmuwan paling berpengaruh di dunia.
 
Capain ini sekaligus menobatkan Harun sebagai satu-satunya yang berprofesi sebagai dokter gigi di Indonesia yang lolos atas penelitiannya.
 
Dalam Top 2% World Ranking Scientists yang dipublikasikan Stanford University tersebut, matriks penilaian berdasarkan pada basis data lebih dari 100 ribu saintis top. Basis data ini memuat informasi terstandar tentang sitasi, h-indeks, hm-indeks yang disesuaikan dengan penulisan bersama, serta indikator gabungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saintis diklasifikasikan menjadi 22 bidang dan 176 sub-bidang keilmuan. Data sepanjang karier saintis diperbarui hingga akhir 2020. Pemilihan saintis yang masuk dalam daftar 'Top 2% World Ranking Scientists' didasarkan pada posisi 100 ribu teratas berdasarkan skor-c, dengan dan tanpa self-citation atau ranking persentil 2% atau lebih.
 
Harun mengatakan capaian ini sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Sejak awal, dirinya hanya fokus untuk memberikan kontribusi keilmuan yang dimiliki dengan sepenuh hati. Bahkan, ketika fokus untuk mulai menulis pada 2015, Harun belum mengenal secara jauh tentang scopus dan riset lainnya.
 
"Bisa dikatakan saya termasuk baru dalam hal ini, mulai berpacu fokus menulis pada 2016," ujar Harun mengutip siaran pers Unhas, Jumat, 12 November 2021.
 
Baca: Kris Sujatmoko, Dosen Telkom University Jadi Visionary Educator 2021
 
Pada 2015, Harun berhasil menyelesaikan jenjang Doktor. Ia kemudian mencalonkan sebagai Kepala Prodi, tapi gagal. Namun, hal itu tidak membuatnya jatuh dan mengambil hal positif. 
 
"Bahwa mungkin jabatan tersebut tidak sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Sehingga, saya mulai berpikir untuk mengembangkan diri dalam hal lain, hingga akhirnya saya suka dengan penelitian dan pengabdian," jelasnya.
 
Sebagai guru besar FKG Unhas, Harun, sudah banyak terlibat aktif dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk memaksimalkan perannya sebagai akademisi, beliau banyak berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program yang sesuai bidang keilmuan seperti Pemda Luwu Timur hingga Jeneponto.
 
Hanya 58 ilmuwan dari Indonesia dari lembaga riset dan perguruan tinggi yang lolos. Diketahui, Harun juge merupakan profesor muda yang telah dinobatkan sebagai periset unggul Unhas pada 2019 lalu. 
 
Selain itu, ia juga terpilih sebagai reviewer nasional dan internal sejak 2015 hingga sekarang. Banyak karya yang dihasilkan seperti telah menerbitkan 10 buku yang berisikan tulisan ilmiah beliau.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif