Guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ishomuddin, pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak se-Indonesia, UMM/Humas.
Guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ishomuddin, pemilik Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak se-Indonesia, UMM/Humas.

Guru Besar UMM Pemilik HaKI Terbanyak se-Indonesia

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 19 Maret 2019 16:20
Malang: Guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ishomuddin MSi memperoleh penghargaan bergengsi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Yakni sebagai pemilik Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) terbanyak se-Indonesia.
 
HKI yang dimiliki Ishomuddin sejumlah 100 HaKI. Rekor yang ia catatkan itu jauh melampaui perolehan MURI kategori serupa sebelumnya yang hanya 35 HaKI.
 
Pria yang pernah dinobatkan sebagai dosen berprestasi UMM pada 2017 lalu ini sebenarnya memiliki 120 daftar HKI. Namun ia memilih untuk membulatkannya menjadi 100 saat mendaftarkan perolehannya ke MURI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Buah pemikiran-pemikiran itu mesti disebarkan agar kebermanfaatannya meluas. Rekor ini saya persembahkan sepenuhnya untuk Universitas Muhammadiyah Malang,” kata Ishomuddin, Selasa 19 Maret 2019.
 
Ishomuddin menambahkan buku dan jurnal bukan satunya-satunya hal yang harus selalu dibanggakan. Sebab menurutnya, seorang pendidik sudah seharusnya bisa berbuat lebih dari yang biasa-biasa saja.
 
"Rutinitas saya sehari-hari, sejak selesai Ashar hingga pukul duabelas malam, saya di depan laptop sembari membaca dan mendalami berbagai hal untuk menghasilkan HaKI,” ungkapnya.
 
Baca:Universitas Islam Uganda Belajar ke UMM
 
Kesungguhan itulah yang mengantarnya ke pintu kesuksesan. Bagi Ishomuddin, hal-hal yang ia lakukan adalah kebiasaan semata.
 
Selain itu, sabar dalam berproses yang tidak singkat juga menjadi kunci. Baginya, pendidik bukan hanya mengajar, namun lebih dari itu.
 
“Membekali diri dengan membaca dan meneliti adalah keharusan bagi saya, supaya ketika menyampaikan ilmu itu benar-benar objektif,” tuturnya.
 
Menurut Ishomuddin, ketika memilih profesi di bidang pendidikan untuk digeluti, perlu dibarengi sikap serius dan fokus. Hal inilah yang akan membawa keberkahan karena menjalankan dengan ikhlas setiap tugas. Maka, materi akan mengikuti di belakang kesungguhan.
 
“Sukses itu bukan karena pinter saja, rutinitas yang baiklah yang menentukan. Tinggal mau menjalankan atau tidak,” tegasnya.
 
Ishomuddin berprinsip, bahwa rezeki dan ilmu adalah kesatuan yang begitu erat. Ilmu akan memuliakan siapapun yang mendapatkannya. Yakni kemuliaan hidup, kemuliaan sosial dan kemuliaan dalam kebermanfaatan bagi sesama. Rezeki, berupa kelimpahan materi akan mengikuti setelah ilmu didapatkan.
 
"Pendidik harus terus berkarya dan bermanfaat," tandas dosen yang mendalami sosiologi masyarakat Islam ini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif