Berbeda dengan pemeringkatan konvensional yang biasanya kaku dan hanya berfokus pada teori akademik atau jumlah jurnal, WURI 2026 secara khusus menilai kemampuan nyata institusi dalam menghadirkan solusi kreatif, kolaborasi industri, serta transformasi pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat global.
Dari 24 kategori inovasi yang diadu, PresUniv sukses nangkring di jajaran Top 100 Dunia pada 18 kategori. Hebatnya lagi, mereka berhasil menembus Top 5 Dunia pada empat kategori krusial, yaitu:
- AI-Based Learning and Learning Transformation (Peringkat 3 Dunia)
- Culture/Value (Peringkat 5 Dunia)
- Infrastructure/Technologies (Peringkat 5 Dunia)
- Inclusive Social Innovation for the Underserved (Peringkat 5 Dunia)
Kuliah di Metaverse dan ChatGPT Gak Cuma Buat Copas
Gen Z yang lekat dengan dunia digital pasti relate dengan inovasi satu ini. Salah satu poin rahasia PresUniv bisa meroket ke peringkat 3 dunia di bidang AI adalah lewat program RobloxVerse Learning: Immersive Classroom Experiences in the Metaverse dan HumAIn Learning: AI Empowering Learning Transformation with Human Empathy.Lewat RobloxVerse, mahasiswa tidak akan bosan di kelas karena mereka bisa belajar via metaverse. Mulai dari simulasi laboratorium virtual, sidang semu (mock trial), hingga simulasi sidang PBB (Model United Nations) semuanya dilakukan di lingkungan digital yang super interaktif.
Sementara lewat HumAIn Learning, kampus memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu personalisasi gaya belajar tiap mahasiswa melalui fitur keren seperti multilingual image-to-speech hingga penerjemahan materi otomatis.
Di sini, mahasiswa diajarkan memakai AI secara kritis dan bertanggung jawab untuk mempercepat kerja, seperti menganalisis tren marketing, bikin coding website, hingga cek dokumen legal. Jadi, AI di sini bukan buat nyontek jawaban akhir, ya!
Pihak PresUniv juga menegaskan bahwa pemanfaatan AI ini dirancang bukan untuk menggantikan posisi dosen, melainkan sebagai alat bantu (tools) interaktif, di mana dosen tetap menjadi mentor utama di kelas.
Tidak cuma jago di bidang teknologi futuristik, PresUniv juga dinilai sukses membawa dampak sosial nyata lewat program Green Hands, Strong Futures: Women Farmers Leading Sustainable Change serta The Culture of Care.
Melalui program Green Hands, PresUniv secara nyata membantu mengatasi ketimpangan akses bagi petani perempuan di sektor agrikultur melalui program Empowering Women Farmers. Kerennya, para petani perempuan ini dilatih untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan dan didorong menjadi mentor bagi komunitas lain guna menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri.
Di lingkungan internal kampus sendiri, nilai etika dan moral juga dijaga ketat lewat gerakan Culture of Care (CoC). Program ini menekankan bahwa mencetak lulusan pintar saja gak cukup kalau tidak punya empati, etika, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hubungan harmonis ini dibangun secara organik melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, hingga komunitas sekitar.
Pencapaian impresif di WURI 2026 ini membuktikan bahwa kampus Indonesia mampu bersaing menciptakan ekosistem pendidikan berstandar global yang adaptif, tech-savvy, namun tetap memanusiakan manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News