Nila Munaya (tengah) dokter lulusan UMP diapit kedua orang tuanya yang bekerja sebagai tukang jamu. Foto: UMP/Dok.Humas
Nila Munaya (tengah) dokter lulusan UMP diapit kedua orang tuanya yang bekerja sebagai tukang jamu. Foto: UMP/Dok.Humas

Bermodal Bismillah, Anak Tukang Jamu Jadi Dokter

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Januari 2020 14:18
Jakarta: Setelah melewati jalan panjang, mimpi Nila Munaya menjadi dokter akhirnya terwujud. Setelah Senin, 13 Januari 2020 gadis kelahiran Brebes, Jawa Tengah ini melaksanakan sumpah dokternya di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah.
 
Di kampus yang sama, mahasiswa Kedokteran angkatan ini menyelesaikan S1 Pendidikan Dokternya pada 23 september 2017 lalu. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Profesi Dokter (koas) di Rumah Sakit jejaring dan utama (satu tahun di RS dr. Soeselo Slawi).
 
Selanjutnya ke Puskesmas di Kabupaten Banyumas, yaitu Puskesmas Jatilawang, RSUD Salatiga, dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu untuk stase herbal. Perjuangan panjang itu berujung indah, setelah pada Senin, 13 Januari 2020 kemarin Nila akhirnya melaksanakan sumpah dokter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari laman UMP, Nila merupakan anak dari pasangan Sofwan Moh. Ishom dan Nur Aeni. Untuk mengantarkan putri kesayangannya menjadi dokter memang tidak mudah bagi orang tua Nila yang sehari-hari berkerja sebagai penjual jamu dan guru ini.
 
Namun dukungan dan tekad yang kuat dari kedua orang tuanya inilah yang berhasil membuat sulung dua bersaudara ini mencapai apa yang dicitakannya. Tujuan Nila menjadi dokter pun hanya satu, ia ingin mengangkat derajat kedua orang tuanya.
 
Nila terlahir dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya bekerja sebagai penjual jamu, sedangkan ibunya sebagai guru, mengabdi sebagai guru honorer selama 10 tahun dan baru diangkat menjadi ASN pada 2006 lalu.
 
Meski demikian,apapun profesi orang tuanya tidak membuat Nila berkecil hati. "Saya dari kecil ketika ditanya mau jadi apa? Saya jawab ingin menjadi dokter. Meskipun awalnya orang tua ragu dan khawatir tidak mampu membiayai kuliah saya. Tapi berkat dukungan dari semua pihak, kami percaya Allah akan memberikan rezeki dan memberi pertolongan-Nya, sehingga Insya Allah bisa menjalani semuanya sampai akhir," ungkap Nila.
 
Nila mengakui, perjalanannya menuntaskan pendidikan di prodi berbiaya tinggi itu tak begitu saja mulus. Ia sempat patah semangat, saat usianya masih duduk di Sekolah Dasar. "Tapi dari keluarga saya memang hanya memiliki keinginan dan tekad yang kuat modal bismillah untuk memiliki harapan salah satu dari keluarga kami ada yang di bidang kesehatan, khususnya menjadi dokter,” urai Nila.
 
Orang tua gadis kelahiran 10 Maret 1995 ini kalaitu tidak punya pilihan lain, selain mendukung niat dan tekad kuat Nila untuk kuliah di Kedokteran. “Nila sejak kecil sudah memiliki cita-cita menjadi dokter. Dan waktu itu saya bilang, untuk menjadi dokter itu uangnya harus banyak. Dan itu uangnya dari mana? Namun keluarga semua mengatakan yang penting punya niat dan cita-cita yang kuat,” tutur Nur Aeni.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif